Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Sekolah di Tangsel, KBM Dialihkan ke PJJ

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang Selatan I Harian Merdeka

Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada kegiatan pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memutuskan mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin (7/9/2026).

Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan PJJ untuk sementara hanya diberlakukan selama satu hari.

“Untuk sementara pembelajaran dilaksanakan dari rumah pada Senin. Setelah itu kondisi akan kami lihat kembali bersama pihak terkait,” ujar Deden.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Sekolah tetap diminta memastikan proses pembelajaran berlangsung sesuai ketentuan meskipun siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah.

Pemkot Tangsel juga terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik serta kondisi kualitas udara di wilayah tersebut. Hasil pemantauan akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
Deden menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi pertimbangan utama dalam keputusan mengalihkan pembelajaran ke sistem daring.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi pertimbangan utama. Kalau situasi sudah memungkinkan, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diketahui meluas hingga sejumlah wilayah Banten dan kawasan Jabodetabek. Kondisi tersebut mendorong sejumlah daerah mengambil langkah pencegahan, termasuk mengalihkan sementara aktivitas pendidikan ke sistem daring.

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan dan mata. Masyarakat di wilayah terdampak pun dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan pelindung pernapasan jika harus beraktivitas di luar rumah.

Bagi kalangan pelajar, penerapan PJJ diharapkan dapat menekan risiko paparan abu vulkanik tanpa menghentikan proses pendidikan.

Pemkot Tangsel akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan. Keputusan mengenai pembelajaran tatap muka atau perpanjangan PJJ akan ditentukan berdasarkan perkembangan sebaran abu dan kondisi lingkungan di wilayah Tangsel.

Perjelas batas waktu kebijakan PJJ
Ringkas pengulangan informasi pemantauan
Perkuat teras dengan dampak utama.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *