Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Demokrat Tegaskan Pidato AHY Bukan Sinyal Nyapres 2029

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Partai Demokrat membantah anggapan bahwa pidato Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung batas waktu kekuasaan merupakan sinyal kesiapan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra menegaskan, pidato AHY justru menunjukkan sikap Demokrat yang tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Herzaky, pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu tidak semestinya ditarik ke arah pencalonan presiden.

Pidato tersebut, kata dia, lebih merupakan refleksi mengenai demokrasi, amanah kekuasaan, serta tanggung jawab kepada rakyat

“Keliru kalau statement kekuasaan ada batasnya diartikan AHY membahas Pilpres 2029 dan dianggap sibuk
nyapres,” ujar Herzaky.

AHY sebelumnya menyampaikan bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang melekat secara permanen pada seseorang. Jabatan memiliki batas waktu, sementara tanggung jawab kepada rakyat harus terus dijalankan.

Pernyataan tersebut kemudian ditafsirkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sebagai sinyal kuat AHY mulai mempersiapkan diri menjadi kontestan Pilpres 2029. Doli menilai gestur dan posisi politik AHY saat menyampaikan pidato turut memperkuat tafsir tersebut.

Namun, Demokrat menilai tafsir tersebut terlalu jauh. Herzaky menegaskan bahwa fokus AHY saat ini adalah menjalankan tugasnya sebagai bagian dari pemerintahan dan memastikan agenda pemerintahan Prabowo Subianto berjalan dengan baik.

Sikap itu sekaligus menegaskan bahwa Demokrat belum menjadikan kontestasi Pilpres 2029 sebagai agenda utama. Partai berlambang mercy tersebut memilih menekankan kerja pemerintahan dan kepentingan rakyat.

Dengan demikian, pernyataan AHY soal batas kekuasaan lebih tepat dipahami sebagai pesan politik mengenai pentingnya demokrasi dan pembatasan kekuasaan, bukan deklarasi terselubung untuk maju dalam Pilpres 2029.
(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *