Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kapolri Ultimatum Premanisme-Pungli: Pengusaha Jangan Diam, Laporkan! Polri Siap Tindak Tegas

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bekasi I Harian Merdeka

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan peringatan tegas terhadap aksi premanisme, pungutan liar (pungli), maupun tindak kejahatan yang mengganggu aktivitas dunia usaha di Indonesia.

Sigit meminta para pengusaha dan pemilik perusahaan tidak tinggal diam jika menemukan praktik-praktik yang meresahkan tersebut, Ia meminta setiap aksi yang mengganggu kegiatan usaha segera dilaporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.

Pesan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” tegas Sigit dalam keterangan resmi.

Menurut Sigit, persoalan keamanan tidak bisa dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas industri dan kepercayaan investor.

Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjaga, kata dia, akan memberikan rasa aman bagi pekerja sekaligus memastikan kegiatan operasional perusahaan dapat berlangsung tanpa gangguan.

Tak hanya itu, kondisi keamanan yang kondusif juga menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia sigit menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu tujuan investasi.

Potensi tersebut ditopang oleh kekayaan sumber daya alam, besarnya pasar domestik, serta pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis realisasi investasi nasional hingga semester I 2026 juga telah mencapai Rp1.010,6 triliun.

Karena itu, Sigit memastikan Polri akan terus memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi dunia usaha ia ingin memastikan kegiatan industri dapat berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan.

“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Perusahaan Jangan Cuma Tuntut Keamanan, Hak Pekerja Wajib Dipenuhi
Di sisi lain, Sigit menegaskan bahwa menciptakan iklim investasi yang sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

Perusahaan juga dituntut menjalankan kegiatan usaha sesuai aturan, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis menurut Sigit, pekerja dan pengusaha merupakan dua pihak yang saling membutuhkan.

Perusahaan membutuhkan dukungan pekerja untuk memastikan produksi berjalan lancar sebaliknya, pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat dan berkembang sebagai sumber penghidupan karena itu, Sigit mendorong setiap persoalan ketenagakerjaan diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

Ia berharap persoalan antara pekerja dan perusahaan tidak berkembang menjadi konflik yang berpotensi mengganggu kegiatan industri maupun stabilitas keamanan, pesan Kapolri tersebut sekaligus menegaskan bahwa keamanan dunia usaha harus dibangun dari dua sisi: aparat bertindak tegas terhadap premanisme dan kejahatan, sementara perusahaan wajib menjalankan kewajibannya terhadap pekerja.

Dengan begitu, kawasan industri tidak hanya aman dari gangguan keamanan, tetapi juga mampu menciptakan hubungan industrial yang sehat dan mendukung pertumbuhan investasi nasional.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *