Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Publik Ambil Bagian Pulihkan Lapisan Ozon

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Kota Bekasi | Harian Merdeka

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengajak masyarakat untuk menjaga lapisan ozon sebagai fondasi membangun Indonesia yang sehat, mandiri dan kompetitif di tengah krisis iklim global.

“Dunia sebenarnya memiliki satu bukti nyata bahwa kerja sama internasional mampu membalikkan ambang kehancuran ekologis. Ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden mendorong pertumbuhan ekonomi berwawasan lingkungan,” katanya di Bekasi, Rabu.

Dia menjelaskan, di tatanan global, pemulihan lapisan ozon bumi terus dioptimalkan seiring kemajuan teknologi yang mampu menekan penggunaan bahan perusak ozon (BPO) maupun bayangan ketakutan dunia atas paparan radiasi ultra violet yang membakar dan memicu kanker.

Alih-alih menyerah pada ketakutan, seluruh negara memilih bertindak serentak menekan penggunaan BPO seperti chlorofluorocarbon, hydrochlorofluorocarbon dan hydrofluorocarbon.

Hasilnya luar biasa. Merujuk data pemantauan ozon NASA, luas lubang maksimum harian ozon di Antartika yang sempat menyentuh angka 29,9 juta kilometer persegi pada 2000, berhasil menyusut signifikan menjadi 22,4 juta kilometer persegi pada 2024.

“Tren penurunan ini diharapkan terus berlanjut sebagai pesan kuat bahwa kolaborasi global mampu mengatasi krisis lingkungan,” ucapnya.

Atas dasar itu, Jumhur turut mengajak segenap lapisan masyarakat untuk mulai menjaga lapisan ozon dari rumah masing-masing melalui empat langkah sederhana. Pertama, merawat peralatan secara bijak dengan menggunakan perangkat pendingin seperti AC dan kulkas secara berkala.

Kemudian selalu memilih teknisi peralatan pendingin bersertifikasi, sebab jasa teknisi yang kompeten mampu memastikan tidak ada gas refrigeran yang bocor ke atmosfer saat melakukan perbaikan. Ketiga, jadi konsumen cerdas dengan membeli perangkat pendingin berlogo bebas CFC/HCFC serta hemat energi.

Langkah sederhana terakhir dengan mengatur suhu pendingin ruangan atau AC secara nyaman yakni 24 derajat celsius, dan bukan di angka ekstrem seperti 18 derajat yang justru akan memicu pemborosan energi dan mengganggu kesehatan tidur.

“Langkah-langkah tersebut sekilas terlihat sederhana. Namun, jika gerakan merawat AC ini dilakukan secara kolektif oleh puluhan juta keluarga di Indonesia, dampak kesejukan yang diberikan bagi masa depan bumi akan sangat luar biasa,” kata dia. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *