Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menko PMK Perintahkan Percepatan Rehab-Rekon Pascabanjir Bandang Solok

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) setelah banjir bandang atau galodo melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Pratikno meminta pemerintah daerah segera memastikan ketersediaan lahan yang aman untuk pembangunan kembali rumah warga terdampak. Pembangunan tersebut nantinya dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Ia menekankan bahwa proses pendataan warga dan kebutuhan pascabencana harus segera diselesaikan. Menurutnya, pembangunan kembali harus mengedepankan prinsip build back better atau membangun kembali dengan kondisi yang lebih baik dan aman.

“Pendataan menjadi penting mohon ini dipercepat. Tentu saja ini jangan terulang lagi. Ini prinsipnya membangun pascabencana kita selalu build back better, membangun lebih baik. Jangan sampai membangun kondisinya lebih jelek,” ujar Pratikno dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Pratikno menegaskan, pembangunan rumah bagi warga terdampak tidak boleh hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan. Penentuan lokasi harus berdasarkan kajian mendalam dan berbasis sains untuk memastikan kawasan tersebut aman dari potensi bencana susulan.

“Makanya bukan menentukan lahan, tetapi menentukan lahan mana yang aman berdasarkan hasil kajian,” tegasnya.

Menurut Pratikno, penyusunan R3P juga harus didukung kajian yang kuat dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Selain penataan kembali permukiman, pemerintah daerah diminta segera memetakan potensi bencana susulan, terutama di sepanjang aliran sungai yang rawan banjir bandang.

Pratikno meminta kondisi sungai diperiksa untuk memastikan tidak ada material seperti kayu dan batu yang berpotensi menghambat aliran air. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko banjir ketika curah hujan kembali tinggi.

“Pemerintah daerah segera menyisir potensi bencana susulan, khususnya pada aliran sungai yang rawan banjir bandang. Kondisi sungai perlu dipastikan tidak terhambat material seperti kayu dan batu yang dapat meningkatkan risiko saat curah hujan kembali tinggi,” katanya.

Ia mengatakan langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini karena bencana terjadi ketika musim penghujan belum mencapai puncaknya. Potensi peningkatan intensitas hujan pada periode berikutnya perlu menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi bencana susulan.

“Ini momentum betul untuk cepat menyisir potensi-potensi risiko bencana susulan dalam jangka pendek,” kata Menko PMK.

Pratikno menegaskan pemerintah akan mengerahkan berbagai upaya agar masyarakat terdampak dapat segera pulih ia juga memastikan pembangunan pascabencana diarahkan untuk menciptakan kondisi yang lebih aman dibandingkan sebelum bencana.

“Semoga ini segera pulih dan tidak terjadi lagi. Kami membangun lebih baik dari kondisi sebelum bencana,” pungkasnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *