Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Bentuk BPGMN, Ilmuwan hingga Warga Dilibatkan Cegah Karhutla

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kawasan gambut dan mangrove sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, badan tersebut nantinya melibatkan ilmuwan dan kalangan profesional. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat kebijakan pemerintah melalui riset dan pemanfaatan teknologi.

“Presiden Prabowo memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang akan melibatkan para ilmuwan dan profesional untuk memperkuat upaya pencegahan, riset, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan titik panas,” kata Teddy melalui unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Jumat (25/9/2026).

BPGMN akan diarahkan tidak hanya untuk menangani persoalan setelah kebakaran terjadi. Pemerintah menempatkan aspek pencegahan, pemetaan wilayah rawan, penelitian, serta deteksi dini sebagai bagian penting dalam pengelolaan gambut. Selain membentuk BPGMN, pemerintah juga memperkuat operasi di lapangan.

Satgas Darat akan dioptimalkan agar dapat merespons kebakaran secara langsung di lokasi. Sejumlah peralatan juga disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla, termasuk pompa air portabel dan pengeboran dangkal untuk memperoleh sumber air di kawasan yang membutuhkan.

Pemerintah juga menilai keterlibatan masyarakat sekitar menjadi faktor penting. Perangkat desa dan warga yang tinggal di sekitar kawasan gambut akan diperkuat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan gambut memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan dan respons awal secara cepat ketika terjadi kebakaran,” ujar Teddy.

Dengan pendekatan yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, operasi lapangan, dan pengalaman masyarakat, pemerintah berharap pengelolaan kawasan gambut dapat dilakukan secara lebih terpadu.

Pembentukan BPGMN sekaligus menunjukkan bahwa strategi pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga memperkuat sistem pencegahan agar kebakaran di kawasan gambut tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *