Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Heboh Haji Isam Disebut Bakal Kuasai BCA, Jhonlin Group: Hoaks!

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Kabar pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bakal mengakuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mendadak ramai di media sosial. Isu tersebut bahkan memicu perhatian publik dan investor.

Namun, kabar itu dipastikan tidak benar.

Kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, menegaskan tidak pernah ada rencana Haji Isam maupun Jhonlin Group untuk mengambil alih BCA.

“Informasi mengenai Haji Isam akan mengakuisisi BCA itu hoaks. Tidak ada pernyataan maupun informasi resmi dari pihak kami mengenai rencana tersebut,” kata Junaidi di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Junaidi meminta masyarakat tidak begitu saja mempercayai informasi mengenai aksi korporasi yang beredar melalui media sosial.

Menurut dia, untuk perusahaan terbuka seperti BCA, informasi mengenai aksi korporasi semestinya merujuk pada keterbukaan informasi dan sumber resmi perusahaan.

Isu BCA Tercampur dengan Akuisisi BYAN

Nama Haji Isam dan Jhonlin Group memang belakangan ramai dikaitkan dengan aksi korporasi. Namun, isu tersebut berkaitan dengan sektor pertambangan batu bara, khususnya PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Informasi mengenai transaksi di sektor pertambangan tersebut kemudian disebut-sebut bercampur dengan isu lain hingga muncul kabar bahwa Haji Isam akan mengakuisisi BCA.

Junaidi menegaskan kedua informasi tersebut tidak boleh dicampuradukkan.

“Jadi, informasi mengenai aksi korporasi di sektor pertambangan jangan dikaitkan dengan isu akuisisi BCA yang beredar di media sosial,” ujarnya.

BCA Ikut Bantah

Bantahan juga datang langsung dari pihak BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, memastikan kabar mengenai Haji Isam yang disebut akan mengakuisisi saham BCA tidak benar.

Hera meminta nasabah, investor, dan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas.

“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” kata Hera dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).

BCA juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan situs resmi perseroan, keterbukaan informasi, serta media kredibel sebagai rujukan untuk mendapatkan informasi terkait perusahaan.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *