Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kunjungi Bangkalan, Kepala BP Taskin Tegaskan Komitmen Pengentasan Kemiskinan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bangkalan | Harian Merdeka

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin pemenuhan kebutuhan dasar serta membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

Pernyataan strategis tersebut disampaikan Budiman saat menggelar kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Amanah di Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (25/9/2026).

Dalam rangkaian agenda peninjauan tersebut, Budiman berdialog langsung dengan warga setempat serta jajaran pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) se-Kabupaten Bangkalan untuk menyerap aspirasi riil masyarakat.

Mantan aktivis itu menilai, penanganan angka kemiskinan di Indonesia tidak boleh hanya berpatokan pada indikator statistik di atas kertas, melainkan wajib menyentuh realitas kehidupan harian warga di tingkat tapak.

Pemerintah berkomitmen hadir secara nyata untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga kurang mampu, mulai dari jaminan kecukupan pangan harian hingga ketersediaan fasilitas pendukung belajar anak.

“Target Pak Prabowo sebagai Presiden adalah memastikan dapurnya warga miskin tetap mengepul, lampunya tetap menyala, Wi-Fi tetap berjalan, anak-anak tetap belajar dan berangkat sekolah,” tegas Budiman.

Selain menjamin kebutuhan dasar harian masyarakat, negara juga memiliki tanggung jawab moral untuk membukakan jalan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar dapat meraih masa depan yang lebih baik.

Budiman secara khusus menyoroti pentingnya jaminan akses pendidikan hingga jenjang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi anak-anak berprestasi yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah.

“Kalau ada anak-anak pintar dan punya kemampuan, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya di hadapan para tokoh dan warga Madura.

Mengenai arah pembangunan nasional, Budiman menekankan bahwa pemerintah tidak boleh sekadar mengumbar pencapaian angka pertumbuhan ekonomi tanpa memedulikan kelompok masyarakat yang masih tertinggal.

Oleh karena itu, BP Taskin menjadikan prinsip nobody left behind atau tidak ada satu pun warga yang tertinggal sebagai landasan utama dalam merancang seluruh program pengentasan kemiskinan.

“Kita tidak sekadar akan take off, tetapi juga harus memastikan mereka yang masih tertinggal di landasan bisa ikut bergerak maju. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal,” tutur Budiman.

Guna mewujudkan visi besar tersebut, ia menegaskan bahwa langkah pengentasan kemiskinan tidak akan cukup jika hanya mengandalkan pola penyaluran bantuan sosial (bansos) secara karitatif.

Sektor pendukung lainnya, seperti penguatan jaring perlindungan sosial, pembenahan tata kelola administrasi, hingga pemberdayaan ekonomi warga melalui koperasi desa, harus dibangun secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami akan bekerja keras untuk memastikan dapur masyarakat tetap mengepul, tata kelola dan administrasi berjalan, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin berjalan, serta pendidikan anak-anak terus mendapat perhatian,” tambahnya.

Kunjungan tatap muka ke Bangkalan ini sengaja dimanfaatkan BP Taskin untuk merangkul berbagai elemen masyarakat lokal, mulai dari kalangan alim ulama, tokoh desa, pengurus koperasi, hingga anak-anak yatim.

Langkah turun langsung ke lapangan (blusukan) ini dinilai sangat krusial agar perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan mendatang benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di daerah. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *