Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

BRIN Kaji Alat Deteksi Narkoba Terjangkau, Potensi Penyalahgunaan Vape Turut Diteliti

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengkaji pengembangan alat pendeteksi narkoba dengan biaya terjangkau. Lembaga tersebut juga meneliti potensi penggunaan rokok elektronik atau vape untuk penyalahgunaan narkoba.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, kajian tersebut merupakan bagian dari penguatan riset dan inovasi untuk mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus melindungi generasi muda.

“Kita diminta untuk memperkuat riset dan inovasi berkaitan dengan soal upaya-upaya untuk menyelamatkan generasi ke depan itu. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana memperkuat dan meningkatkan kualitas dan memperbanyak pusat-pusat rehabilitasi,” kata Arif seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

BRIN Kaji Alat Deteksi Narkoba

Menurut Arif, BRIN juga diminta melakukan kajian mengenai metode deteksi penggunaan narkoba sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Pengembangan alat deteksi tersebut diarahkan agar dapat dilakukan dengan biaya yang terjangkau sehingga tidak membebani anggaran.

Selain teknologi deteksi, BRIN akan mengkaji penggunaan vape, termasuk dampaknya terhadap kesehatan serta potensi celah yang dapat dimanfaatkan untuk penyalahgunaan narkoba.

Arif mengatakan, jumlah pengguna vape saat ini telah mencapai lebih dari empat juta orang. Ia juga menyebut BRIN telah melakukan pengujian terkait dampak penggunaan vape terhadap kesehatan.

“Vape ini secara medis, dari uji yang dilakukan oleh BRIN, berdampak kepada kesehatan, satu masalah diabetes, kemudian masalah paru-paru, kemudian yang ketiga juga masalah pankreas,” katanya.

Vape Jadi Bagian dari Kajian Penyalahgunaan Narkoba

Arif mengatakan penggunaan vape juga perlu menjadi perhatian karena berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana penyalahgunaan narkoba.

“Namun demikian, vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi,” ujarnya.

Untuk mendalami persoalan tersebut, BRIN akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Koordinasi tersebut mencakup kajian terhadap berbagai regulasi yang berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penggunaan vape.

Hasil Riset Jadi Dasar Kebijakan

Arif mengatakan hasil kajian BRIN nantinya akan didukung oleh riset dan naskah akademik. Bahan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo, penguatan pencegahan penyalahgunaan narkoba serta peningkatan kualitas pusat rehabilitasi turut menjadi perhatian.

“Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba,” kata Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *