Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Anis Matta Dorong Dunia Pendidikan Perkuat Wawasan Geopolitik

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bandung | Harian Merdeka

Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta mendorong dunia pendidikan memperkuat pemahaman mengenai geopolitik dan wawasan kebangsaan. Menurutnya, dinamika global yang semakin kompleks dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anis Matta saat memberikan kuliah umum bertajuk Wawasan Geopolitik dan Kebangsaan di Lingkungan Pendidikan Pasundan di Aula Paguyuban Pasundan, Kota Bandung, Rabu (30/9/2026).

Anis mengatakan ilmu pengetahuan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun peradaban. Ia mengaitkan pentingnya ilmu dengan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW.

“Ilmu meningkatkan derajat, bahkan mengubah negara dan masyarakat. Rasulullah menjadi pemimpin dengan peradaban dunia. Karena itu, ayat pertama yang turun adalah Iqra, ilmu,” ujar Anis.

Ia menjelaskan, geopolitik tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarnegara. Perubahan kondisi geopolitik global juga dapat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari melalui kebijakan ekonomi, politik, maupun sosial.

“Tidak mungkin kebijakan ekonomi, politik, dan sosial satu negara berjalan tanpa melihat kondisi lingkungan strategis geopolitik. Karena itu, kita harus melihat geopolitik karena geopolitik memengaruhi kehidupan sehari-hari,” katanya.

Anis juga menyebut persaingan antarnegara saat ini berkembang menjadi perang hibrida. Menurutnya, pertarungan global tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi melibatkan berbagai aspek.

“Perang sekarang bersifat hibrida. Ada politiknya, ada ekonominya, ada sisi geografisnya, ada intelijennya, ada budayanya, dan ada medianya. Semua aspek terlibat dalam pertempuran,” ungkapnya.

Perubahan peta kekuatan dunia setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 turut menjadi perhatian Anis. Ia menyoroti kemunculan China sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang bersaing dengan Amerika Serikat serta penyesuaian strategi yang dilakukan berbagai negara.

“Semua sedang mengalami strategic adjustment. Karena itu, kita harus memahami apa yang sedang terjadi agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton,” katanya.

Dalam menghadapi perubahan tersebut, Anis menilai Indonesia memiliki modal strategis berupa posisi geografis. Karena itu, dunia pendidikan dinilai memiliki peran dalam menyiapkan generasi yang mampu memahami perkembangan global dan menentukan arah bangsa.

“Di sini ada peran yang tersisa bagi kita. Tantangannya adalah karena secara geografis kita diuntungkan. Indonesia harus mampu menavigasi turbulensi dunia agar tetap bertumbuh,” ujarnya.

Anis juga menilai Paguyuban Pasundan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan global. Ia berharap lembaga pendidikan dapat melahirkan generasi yang memiliki kapasitas dalam bidang politik dan ekonomi.

“Paguyuban harus menciptakan otak politik dan ekonomi untuk masa yang akan datang,” tegasnya.

Ia berharap lembaga pendidikan di bawah Paguyuban Pasundan mampu melahirkan generasi intelektual yang dapat menghadapi perubahan geopolitik dunia.

“Karena itu, kita berharap lembaga pendidikan di bawah Paguyuban Pasundan yang dikomandani oleh Prof. Didi Turmudzi insya Allah bisa melahirkan otak-otak terbaik di Indonesia yang bisa menavigasi Indonesia melalui turbulensi geopolitik yang sangat kompleks,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi menyambut baik kehadiran Anis Matta. Ia menilai wawasan geopolitik penting bagi dunia pendidikan agar masyarakat dapat memahami perubahan politik global.

“Kehormatan bagi kami karena mau datang ke Paguyuban Pasundan. Kita ingin ada gambaran perjuangan umat Islam terutama di era perubahan politik global,” kata Didi.

Didi mengatakan Paguyuban Pasundan akan terus menempatkan pendidikan sebagai bagian dari upaya menjaga syiar Islam. Menurutnya, guru dan dosen tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga memiliki peran dalam membangun karakter.

“Di tengah kebangkrutan moral, pranata pendidikan dan agama sangat penting. Salah satunya melalui tugas guru dan dosen,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh civitas akademika Pasundan untuk terus beradaptasi menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, berbagai tantangan baru membutuhkan kemampuan untuk memahami dan merespons realitas yang terus berkembang.

“Perubahan menuntut zaman baru. Tantangan semakin berat. Kita harus mampu menghadapi realitas baru, intervensi budaya, ekonomi, dan berbagai perubahan dunia,” tuturnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *