Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Cucun Dorong Remaja 2026 Jadi Agen Perubahan Lawan Perundungan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong peserta Parlemen Remaja 2026 berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Ia secara khusus meminta para peserta ikut meningkatkan kesadaran mengenai bahaya perundungan di dunia pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Cucun saat membuka Parlemen Remaja 2026 sekaligus menyerahkan palu sidang kepada pimpinan Parlemen Remaja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Cucun mengapresiasi antusiasme generasi muda yang mengikuti program tahunan DPR RI tersebut. Dari hampir 11.000 pendaftar, sebanyak 200 peserta dinyatakan terpilih untuk mengikuti Parlemen Remaja 2026.

“Kita bangga dengan anak-anak yang cukup luar biasa. Pasti ini melalui seleksi yang panjang. Hampir 11.000 yang daftar ikut Parlemen Remaja dan yang terpilih 200,” ujar Cucun.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam Parlemen Remaja 2026 relevan dengan persoalan yang dihadapi generasi muda, khususnya perundungan di lingkungan pendidikan. Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman melalui simulasi persidangan, tetapi juga membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan sekolah masing-masing.

“Mereka akan menjadi agen untuk menyampaikan kepada kawan-kawannya, seusianya, di sekolahnya, bagaimana fenomena yang sangat mengkhawatirkan tentang pendidikan, terutama perundungan di tengah siswa-siswa ini,” katanya.

Selain membahas persoalan pendidikan, Cucun mengatakan Parlemen Remaja merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengenal proses kerja DPR RI secara langsung. Peserta diperkenalkan dengan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang dijalankan parlemen.

“Kita harapkan tadi, mereka juga bisa memahami proses pengambilan kebijakan di parlemen ini, di DPR. Fungsi-fungsi sudah kita sampaikan, bagaimana fungsi legislasi, fungsi anggaran, fungsi pengawasan,” jelasnya.

Cucun berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta untuk berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, keterlibatan dalam Parlemen Remaja juga dapat membuka wawasan generasi muda mengenai peran mereka dalam pengelolaan negara.

“Mereka akan berlatih melihat, sehingga nanti punya satu harapan ke depan mereka juga bagaimana ikut mengelola negara ini, mengatur negara ini,” ungkap Cucun.

Ia menambahkan, 200 peserta Parlemen Remaja 2026 berasal dari berbagai daerah pemilihan di Indonesia. Keberagaman tersebut dinilai mencerminkan pentingnya representasi dalam kehidupan demokrasi.

“Dengan mereka juga pasti ada harapan menjadi wakil-wakil rakyat dari dapil pemilihannya. Ini kan representasi dari 84 daerah pemilihan,” pungkas Cucun.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *