Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tanggapi Isu Reshuffle, Menteri HAM Natalius Pigai: Mimpi Saya Cuma Jadi Aktivis

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Denpasar | Harian Merdeka

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai menanggapi dinamika perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mengaku tidak pernah bercita-cita menduduki jabatan tinggi di pemerintahan yang sejak awal hanya bermimpi menjadi aktivis memperjuangkan keadilan.

“Saya tuh tulus. Saya, mimpi saya cuma aktivis kok, enggak pernah mimpi lebih tinggi. Tiba-tiba jadi pimpinan Komnas HAM, tiba-tiba jadi Menteri HAM,” kata Pigai saat menghadiri Bali-Timor Leste Business Forum di Denpasar, Bali, Jumat.

Dia mengaku tidak mempermasalahkan apabila Presiden Prabowo Subianto menggantinya dari jabatan menteri. Bahkan, ia menilai akan lebih terhormat apabila pergantian tersebut dilakukan ketika dirinya sedang menjalankan tugas negara.

Pigai mengatakan dirinya tetap memilih menghadiri kegiatan Bali-Timor Leste Business Forum tersebut karena ingin menghormati Timor Leste sebagai negara sahabat.

“Tiba-tiba ada undangan dari Pak Arya Wedakarna (Anggota DPD RI perwakilan Bali) menyampaikan kepada saya akan ada pertemuan Bali dan Timor Leste Business Forum. Saya mikir, kalau saya diganti oleh Bapak Presiden pada saat saya melaksanakan tugas, itu lebih terhormat,” ujarnya.

Pigai mengatakan dirinya tidak pernah membayangkan perjalanan kariernya akan membawanya dari dunia aktivisme hingga menduduki jabatan pimpinan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan kemudian menjadi Menteri HAM.

Ia pun menegaskan kehadirannya dalam forum bisnis Indonesia-Timor Leste tersebut merupakan bentuk komitmennya menjalankan tugas sekaligus menghormati hubungan persaudaraan kedua negara.

“Makanya karena saya tulus, saya mengesampingkan situasi kemarin di Jakarta ketika 17 orang di-reshuffle. Saya memutuskan ke sini. Sekaligus menghormati Timor Leste sebagai saudara,” katanya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *