Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sari Yuliati Perjuangkan Penambahan Program Irigasi untuk Petani Lombok pada 2027

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Mataram | Harian Merdeka

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati berkomitmen memperjuangkan penambahan alokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) pada 2027. Upaya ini dilakukan agar lebih banyak kelompok petani dan desa di Pulau Lombok mendapatkan akses pembangunan jaringan irigasi.

Komitmen tersebut disampaikan Sari dalam kegiatan serah terima program P3TGAI Tahun 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (12/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Sari mengapresiasi pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi yang dinilai berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama bagi petani untuk mengoptimalkan hasil panen.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak cukup diukur dari penyelesaian pekerjaan fisik. Manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat juga harus menjadi tolok ukur utama.

“Alhamdulillah, saya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan jaringan irigasi melalui program P3TGAI. Keberhasilan pembangunan ini tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi sejauh mana infrastruktur tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sari melalui keterangan tertulis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Selain pembangunan, Sari mengingatkan pentingnya pemeliharaan jaringan irigasi agar infrastruktur yang menggunakan anggaran negara dapat berfungsi dalam jangka panjang.

“Jaringan irigasi yang telah dibangun harus dijaga dan dirawat secara berkelanjutan agar dapat berfungsi dalam jangka panjang. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” tegasnya.

Perjuangkan Rehabilitasi Sejumlah Jaringan Irigasi

Sari mengungkapkan, pada 2026 dirinya turut memperjuangkan lima kegiatan rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Kelima kegiatan tersebut meliputi pembangunan baru Embung Tampak Siring, rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Jengguar, peningkatan DI Embung Jangkih Jawe, rehabilitasi DI Mertak Paok, serta rehabilitasi DI Paok Rengga.

Untuk 2027, ia akan mengupayakan penambahan alokasi P3TGAI agar semakin banyak kelompok petani dan desa di Pulau Lombok dapat merasakan manfaat program tersebut.

“Pada tahun 2027 saya berkomitmen memperjuangkan penambahan alokasi P3TGAI sebanyak-banyaknya agar semakin banyak kelompok petani dan desa yang memperoleh manfaat,” katanya.

Sari juga menyatakan akan memperjuangkan rehabilitasi DI Mujur II yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jaringan irigasi tersebut mencakup wilayah Kecamatan Praya Timur, Praya Tengah, dan Pujut.

Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi perlu terus dilakukan untuk memperbaiki distribusi air ke lahan pertanian. Dengan pasokan air yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan hasil panen, serta memperbaiki kesejahteraan keluarga.

Ia menegaskan, pembangunan irigasi bukan sekadar menyediakan saluran air, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung perekonomian masyarakat.

“Petani adalah salah satu penopang ketahanan pangan bangsa. Karena itu, setiap pembangunan yang kita perjuangkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *