Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Siapkan 200 Pompa Air dan Rp2 Miliar untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian khusus. Pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa 200 pompa air dan anggaran Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik bor air guna mempercepat pemadaman.

Perhatian tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” kata Prabowo dikutip dari Biro Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare.

Penanganan kebakaran dilakukan melalui penguatan satuan tugas darat. Sementara itu, operasi pemadaman melalui udara masih menghadapi kendala akibat rendahnya jarak pandang yang disebabkan asap tebal.

Kondisi geografis kawasan turut menyulitkan proses pemadaman. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan bahwa titik-titik kebakaran tersebar di wilayah rawa yang sulit dijangkau kendaraan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, kebutuhan pompa air berukuran kecil menjadi salah satu prioritas agar petugas dapat menjangkau titik kebakaran dan melakukan pemadaman secara lebih efektif.

Saat Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 pompa air, Prabowo langsung memutuskan memberikan dukungan sebanyak 200 unit.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujarnya.

Prabowo Dukung Pembuatan 200 Titik Bor Air

Selain pengadaan pompa, kebutuhan air untuk pemadaman juga menjadi perhatian pemerintah. Menurut laporan Pangdam, karakteristik kawasan rawa memungkinkan pencarian sumber air melalui pengeboran pada kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Prabowo menyetujui dukungan anggaran Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik bor air.

“Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” kata Presiden.

Prabowo juga meminta agar masyarakat setempat dilibatkan dalam proses pembuatan titik-titik bor. Pelibatan warga diharapkan dapat mendukung percepatan pekerjaan sekaligus memperkuat upaya penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Minta Penguatan Polisi Hutan

Selain penanganan darurat, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat perlindungan kawasan hutan melalui peningkatan jumlah dan kapasitas polisi hutan.

Ia meminta penguatan personel dilakukan secara bertahap agar pengawasan kawasan hutan dan upaya pencegahan kebakaran dapat berjalan lebih efektif.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Prabowo.

Presiden juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membantu meningkatkan kapasitas polisi hutan melalui pelatihan.

“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” lanjutnya.

Prabowo menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran terjadi. Penguatan pengawasan, peningkatan kapasitas personel, serta penyediaan sarana pendukung perlu berjalan beriringan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Pemerintah pun menaruh perhatian terhadap perlindungan Taman Nasional Tanjung Puting sebagai kawasan konservasi yang membutuhkan pengawasan dan penanganan kebakaran secara serius.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *