Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kemendes PDT Gandeng UKKM Malaysia Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) membuka peluang kerja sama dengan Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia (UKKM) untuk memperkuat pengembangan koperasi di Indonesia, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dengan perwakilan UKKM, Mohd Ali Bin Mansor, di Kantor Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kalisari, Senin (12/10/2026).

Yandri menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguatan koperasi sejalan dengan program prioritas pemerintah yang saat ini berfokus pada operasionalisasi KDMP.

“Saat ini prosesnya baru sampai tahap operasionalisasi,” kata Yandri.

Ia menjelaskan, KDMP dirancang untuk membantu memastikan barang-barang bersubsidi dapat diterima masyarakat. Komoditas tersebut antara lain elpiji, beras, minyak goreng, dan pupuk.

Yandri menambahkan, KDMP dapat mengembangkan unit usaha lain seiring pertumbuhan koperasi. Namun, fungsi utamanya tetap mendukung penyaluran barang bersubsidi agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Kemendes Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan

Selain pengembangan koperasi, Yandri mengapresiasi kerja sama UKKM dalam menerima mahasiswa asal Palestina melalui skema antarpemerintah atau government to government (G2G).

Ia berharap UKKM juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut. Menurutnya, kerja sama pendidikan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan koperasi.

Yandri menegaskan, Kemendes PDT membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan desa di Indonesia.

“Silahkan bicarakan dengan Sekjen soal model kerjasamanya nanti,” ujar Yandri.

Ia menyebut pembangunan desa membutuhkan kolaborasi, mengingat Indonesia memiliki 75.266 desa yang menjadi sasaran pembangunan.

Tindak Lanjut Inisiatif Kerja Sama

Pertemuan Kemendes PDT dan UKKM tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif yang telah dilakukan pada 4–5 Februari 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam kegiatan sebelumnya, UKKM berpartisipasi dalam koordinasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Go Digital dan Global. Pembahasan mencakup penguatan tata kelola, pencitraan melalui media, serta pengembangan jejaring koperasi lintas negara.

UKKM juga memaparkan praktik terbaik dalam modernisasi koperasi, meliputi standardisasi tata kelola, manajemen mutu, dan peluang membangun jejaring kerja sama.

Dalam pertemuan tersebut, Yandri didampingi Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Inspektur Jenderal Mashyudi, Direktur Jenderal PPDT Samsul Widodo, Kepala BPI Mulyadin Malik, serta Staf Khusus Yahdil Abdi Harahap.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Kemendes PDT berharap pengembangan koperasi di Indonesia dapat diperkuat melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kualitas tata kelola, dan perluasan jejaring internasional.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *