Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Siapkan 200 Titik Bor dan Pompa Air untuk Atasi Karhutla Tanjung Puting

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Pemerintah menyiapkan 200 titik bor air dan 200 unit pompa air dengan anggaran Rp2 miliar untuk mempercepat pemadaman api di kawasan konservasi tersebut.

Prabowo meminta jajarannya mengoptimalkan pemadaman karhutla, terutama di taman nasional yang menjadi habitat satwa dilindungi. Tanjung Puting menjadi perhatian karena merupakan salah satu pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan (Pongo pygmaeus) terbesar di dunia sekaligus destinasi wisatawan mancanegara.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu (kawasan) taman nasional,” ujar Prabowo dalam rapat terbatas penanganan karhutla.

Medan Sulit Hambat Pemadaman

Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin menjelaskan, pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting menghadapi kendala medan yang berat. Kendaraan pengangkut pompa dan peralatan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau sejumlah lokasi.

Petugas juga harus berhati-hati agar proses pemadaman tidak membahayakan personel maupun mengganggu satwa liar di kawasan konservasi tersebut.

“Saya sudah membuat tim, dari pagi sampai siang tadi kita rapat dengan BPBD, dengan pemda, Polri, kita membentuk tim betul-betul sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga, karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh,” kata Zainul.

Untuk mengatasi kendala pasokan air, tim penanganan akan menyiapkan titik-titik pengeboran air. Pengeboran di kawasan rawa direncanakan mencapai kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

“Nanti kita berdayakan juga masyarakat untuk bantu untuk membuat bor-bor itu,” ujar Zainul.

Pembangunan 200 titik bor air dan pengiriman 200 unit pompa diharapkan membantu petugas menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

639 Hektare Lahan Terbakar di Enam Provinsi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan, hingga 12 Oktober 2026, luas lahan terbakar di enam provinsi masih mencapai 639,23 hektare. Kalimantan Tengah mencatat luasan terbesar, yakni 513,89 hektare.

Menurut Suharyanto, besarnya luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah dipengaruhi temuan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan,” tutur Suharyanto.

Upaya pemadaman melalui jalur udara juga menghadapi hambatan. Kabut asap tebal menyebabkan jarak pandang menurun sehingga operasi udara belum dapat dilakukan secara optimal.

“Di Kalimantan Tengah ini, operasi-operasi udara, baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah,” kata Suharyanto.

Way Kambas dan Halmahera Timur Turut Ditangani

Selain Taman Nasional Tanjung Puting, pemerintah juga menaruh perhatian pada penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

BNPB bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman di kawasan tersebut. Helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu menjangkau lokasi yang sulit diakses petugas darat.

“Kami juga tetap mengerahkan heli water bombing untuk tempat-tempat yang susah dijangkau, sebagai contoh Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Maluku Utara,” tambah Suharyanto.

Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui koordinasi lintas instansi, dukungan peralatan pemadam, serta upaya menjangkau titik api yang sulit diakses. Langkah tersebut menjadi penting untuk menekan luas kebakaran sekaligus melindungi kawasan konservasi dan habitat satwa liar.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *