Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Terima Laporan Bahlil, Bahas RUU Migas hingga Gangguan Listrik dan Distribusi BBM

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengenai sejumlah persoalan strategis di sektor energi nasional. Pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026), membahas perkembangan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah, serta distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Usai pertemuan, Bahlil menjelaskan bahwa laporan yang disampaikan kepada Presiden mencakup perkembangan agenda strategis pemerintah, termasuk pembahasan regulasi sektor migas.

“Saya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ujar Bahlil kepada awak media.

Selain membahas regulasi migas, pemerintah menyoroti gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah daerah. Bahlil menilai, peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan perlu menjadi perhatian agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih optimal.

Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara lebih intensif, terutama dalam pelaksanaan teknis yang menjadi tanggung jawab PT PLN (Persero).

“Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan, apa namanya perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.

Bahlil juga menjelaskan bahwa gangguan listrik di Batam diduga berkaitan dengan sejumlah persoalan teknis. Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, jaringan listrik terdampak sambaran petir, disertai kendala teknis lainnya.

Mengenai pemulihan layanan dan kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak, Bahlil mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak PLN. Koordinasi diperlukan untuk memperoleh penjelasan teknis mengenai kondisi di lapangan.

“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.

Distribusi BBM Bali Menjadi Perhatian

Persoalan lain yang dilaporkan kepada Presiden berkaitan dengan kendala distribusi BBM di Bali. Bahlil menyebut Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri telah berada di Bali untuk menangani persoalan tersebut.

Pemerintah juga berencana menggelar rapat guna mendapatkan informasi terbaru mengenai distribusi BBM dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Bahlil menegaskan, kendala yang terjadi di Bali berkaitan dengan penyaluran BBM, bukan kekurangan persediaan secara nasional. Ia menyebut ketahanan stok BBM nasional masih berada pada kisaran 16 hingga 18 hari.

“Kalau stok nasional itu kita di angka 16-18 hari, jadi masih clear, gak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” pungkasnya.

Pemerintah menaruh perhatian pada pembenahan tata kelola energi, mulai dari pembahasan regulasi migas hingga peningkatan keandalan listrik dan kelancaran distribusi BBM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan energi bagi masyarakat.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *