Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Raih Tiga Emas di Asian Para Games 2026, Tim Boccia Indonesia Bidik Paralimpiade 2028

Bagikan: Facebook X WhatsApp

NAGOYA | Harian Merdeka

Tim boccia Indonesia semakin optimistis menatap Paralimpiade Los Angeles 2028 setelah mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih tiga medali emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Koordinator Pelatih Tim Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengatakan hasil tersebut menjadi modal penting bagi para atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas dunia tersebut.

“Tim sekarang sudah lebih siap (menghadapi Paralimpiade 2028), tinggal try out di 2027, ikut kejuaraan dunia, dan kejuaraan regional,” kata Islahuzzaman di Nagoya, Jepang, Kamis.

Tiga medali emas Indonesia dari cabang boccia masing-masing dipersembahkan Handayani pada nomor individual putri BC1, Gischa Zayana pada nomor individual putri BC2, serta Felix Ardi Yudha pada nomor individual putra BC2.

Peluang Indonesia untuk menambah koleksi emas masih terbuka melalui nomor beregu yang masih dipertandingkan dalam ajang tersebut.

Islahuzzaman menilai para atlet asuhannya telah menunjukkan performa luar biasa sepanjang kompetisi. Menurutnya, kemampuan mengendalikan emosi dan mengembalikan fokus menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan para atlet meraih kemenangan di partai final, termasuk ketika sempat berada dalam posisi tertinggal.

Ia mengakui pertandingan final berlangsung menegangkan. Namun, para atlet mampu menjaga konsentrasi hingga akhirnya meraih hasil maksimal.

“Pertandingan final mereka cukup mendebarkan tetapi mereka bisa tampil sangat luar biasa,” ujarnya.

Pencapaian tiga medali emas tersebut juga melampaui target awal tim boccia Indonesia yang sebelumnya membidik satu medali emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Tambahan tiga emas dari cabang boccia turut mengantarkan Indonesia melampaui target tujuh medali emas, dengan perolehan sementara mencapai delapan emas.

Lima medali emas lainnya diraih atlet dari cabang olahraga berbeda. Atlet para renang Maulana Rifky Yavianda menyumbangkan dua emas melalui nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dan 100 meter gaya punggung putra S12.

Sementara itu, atlet para atletik I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih emas pada nomor lempar cakram putra F57. Karisma Evi Tiarani juga menyumbangkan emas dari nomor lari 100 meter putri T63.

Medali emas lainnya dipersembahkan atlet para balap sepeda Muhammad Fadli Imammuddin melalui nomor individual pursuit 4.000 meter putra C4.

Indonesia masih berpeluang menambah perolehan medali emas dari sejumlah atlet yang dijadwalkan tampil pada pertandingan final dalam beberapa hari mendatang.

Bagi tim boccia, hasil positif di Aichi-Nagoya menjadi pijakan untuk melanjutkan persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028, dengan agenda uji coba, kejuaraan dunia, dan kejuaraan regional pada 2027.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *