Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tujuh Atlet Panjat Tebing Indonesia Bertolak ke Chile, Bidik Hasil Maksimal di World Climbing 2026

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | Harian Merdeka

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) memberangkatkan tujuh atlet tim nasional ke Chile untuk mengikuti seri terakhir World Climbing 2026. Ajang bertajuk World Climbing Santiago tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.

Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro berharap para atlet dapat menunjukkan performa terbaik pada seri penutup tersebut. Hasil maksimal diharapkan membuka peluang bagi mereka untuk memperbaiki peringkat dunia sebagai bekal menghadapi musim kompetisi 2027.

“Ini adalah seri terakhir di mana beberapa atlet kami berpeluang untuk memperbaiki peringkat (dunia) yang akan berguna untuk musim kompetisi 2027,” kata Pristiawan di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, tujuh atlet yang dikirim akan berlaga pada tiga nomor, yakni speed putra, speed putri, dan lead putra.

Pada nomor speed putra, Indonesia diperkuat Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Raharjati Nursamsa. Sementara itu, nomor speed putri akan diikuti Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah.

Adapun Putra Tri Ramadani, yang dikenal dengan nama Srondeng, akan menjadi wakil Indonesia pada nomor lead putra.

Pelatih Kepala Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menilai seri terakhir World Climbing 2026 juga menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka setelah menjalani latihan.

“Seri penutup nanti penting bagi atlet untuk membuktikan latihan mereka sekaligus menjaga atmosfer kompetisi,” ujar Galar.

Ketujuh atlet bersama ofisial berangkat menuju Chile melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Rabu malam.

Setibanya di Chile, para atlet dijadwalkan beristirahat sebelum menjalani persiapan untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca di lokasi pertandingan.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *