Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dinilai Gagal Atasi Karhutla, Mahasiswa Trisakti Tuntut Raja Juli Antoni Dicopot

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Mahasiswa Universitas Trisaktimendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Mereka menilai Raja Juli gagal menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak beberapa bulan belakangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Desakan itu mereka sampaikan dalam demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Kamis, 29 Oktober 2026. Presiden Mahasiswa Trisakti Dhenni Ribowo mengatakan Kementerian Kehutanan adalah salah satu pejabat yang kinerjanya berdampak buruk bagi masyarakat.

“Kami minta secara konkret menteri dan wakil menteri harus dicopot,” kata Dhenni di lokasi aksi.

Ia mengatakan saat ini masih banyak korporasi-korporasi yang melakukan pelanggaran sehingga mengakibatkan kebakaran hutan. “Pelanggaran ini tidak lepas dari kontribusi Kementerian Kehutanan yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik,” ucap Dhenni.

Saat unjuk rasa mahasiswa Trisakti, Staf khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara Binbin Firman Tresnadi datang sebagai wakil Istana untuk menemui massa aksi. Binbin sempat berdiskusi dengan perwakilan massa sekitar 30 menit.

Seusai diskusi, Binbin berjanji kepada massa aksi untuk memenuhi tuntutan mahasiswa. “Saya janji akan menyampaikan rekomendasi untuk Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri diganti,” tutur dia.

Mahasiswa Trisakti membawa tiga tuntutan utama yang mereka sebut sebagai Tri Tuntutan Rakyat atau Tritura dalam demonstrasi 29 Oktober. Ketiga tuntutan yaitu pulihkan ekonomi, ekologi, pendidikan, politik, kesehatan nasional; berantas inkompetensi dan rangkap jabatan pejabat publik; dan tegakkan supremasi sipil.

Selain itu, mahasiswa Trisakti juga menuntut kebijakan pemerintah yang lebih konkret dalam menghadapi permasalahan bangsa. Salah satunya agar pemerintah menetapkan berbagai bencana ekologis, termasuk kebakaran hutan dan lahan, sebagai bencana nasional. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *