Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Gempur Sarang Narkoba, Polda Metro Jaya: Tetap Kita Gaspol!

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengubah pola waktu penggerebekan menjadi insidental. Langkah itu untuk mengantisipasi strategi bandar narkoba yang kerap menghindari petugas.

“Pola kita jangan sampai kebaca. Apakah di pagi hari, siang hari, sore hari. Dari segi waktu juga kita lakukan insidental, dari segi hari juga kita lakukan insidental,” ujar Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Bismo menegaskan pihaknya akan menggelar operasi terus-menerus. Polisi berkomitmen melakukan segala teknik penyelidikan untuk menindak sarang narkoba.

“Tetap kita laksanakan operasi terus-menerus. Tetap kita gaspol,” ujar Bismo.

Bismo menyoroti kawasan Kampung Boncos yang kerap dipasangi CCTV oleh para bandar. Menurut Bismo, hal itu menjadi tantangan dalam penindakan.

“Kita akan gunakan segala macam cara, taktik dan teknik supaya bandar itu tertangkap,” ungkap Bismo.

Bismo menjelaskan asal-usul barang haram teridentifikasi masuk dari luar negeri. Jalur bisa melalui darat, laut, maupun udara melalui pintu resmi maupun tidak resmi.

“Barang itu sumbernya dari luar negeri. Bisa lewat laut, bisa lewat darat, bisa lewat udara. Kita harus perketat di tiga pintu masuk ini,” ujar Bismo.

Bismo mengimbau masyarakat memberikan informasi jika melihat aktivitas mencurigakan. Menurut Bismo, informasi warga sangat penting untuk memutus rantai pasokan narkoba.

“Kalau ada yang dicurigai, bisa informasikan kepada petugas. Misalnya ada nelayan mengangkut apa, itu bisa jadi informasi ke kita,” ungkap Bismo. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *