Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Nezar Patria Dorong Daerah Manfaatkan Teknologi Digital Tanpa Bergantung Infrastruktur Canggih

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong pemerintah daerah memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan. Menurutnya, kemajuan digital tidak harus menunggu tersedianya infrastruktur berteknologi tinggi seperti di negara maju.

Hal tersebut disampaikan Nezar dalam acara Sarasehan Pembangunan Daerah di Kampus Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (3/11/2026). Ia menilai, penguatan talenta digital dan kemampuan menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita perlu berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana kita menggerakkan talenta-talenta untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada,” tegas Nezar.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran maupun infrastruktur seharusnya tidak menghambat pemerintah daerah dalam mencari terobosan pembangunan. Sebaliknya, potensi sumber daya manusia yang tersedia perlu dioptimalkan untuk menghasilkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebagai gambaran, Nezar menyinggung perkembangan industri kecerdasan artifisial (AI) di Tiongkok. Negara tersebut mampu mengembangkan teknologi AI yang kompetitif melalui penguatan riset dan kualitas talenta digital, meskipun menghadapi keterbatasan akses terhadap perangkat komputasi canggih.

“Model AI tersebut kini menjadi pilihan di dunia, mampu bersaing meskipun menggunakan infrastruktur yang lebih rendah dari kompetitornya. Kekuatannya adalah di talenta digitalnya,” kata Nezar.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sumber daya manusia memiliki peran besar dalam mendorong inovasi teknologi. Oleh karena itu, transformasi digital di Indonesia perlu mengutamakan pemanfaatan dan penyesuaian teknologi yang sudah tersedia.

Nezar menegaskan, teknologi yang dikembangkan maupun diadopsi harus mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar mengikuti perkembangan tren digital.

“Bagaimana kita mengadopsi dan mengadaptasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa menjawab secara konkret kebutuhan-kebutuhan praktis di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga memberikan contoh penerapan teknologi digital dalam sektor pertanian di Tiongkok. Pemanfaatan sensor elektronik dapat membantu petani memantau kondisi tanaman, mendeteksi serangan hama, mengukur kandungan unsur hara tanah, hingga memperkirakan kebutuhan air dan perubahan iklim.

Penerapan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi pertanian sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih baik.

Nezar menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat mengoperasikan perangkat teknologi. Lebih dari itu, teknologi harus memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

“Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan alat-alat digital, tapi bagaimana kemampuan digital kita itu bisa memberikan solusi,” pungkasnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *