Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bahlil Ungkap Proyek PLTS 30 GW Mulai Dibangun Tahun Ini

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Pemerintah akan mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW) pada 2026. Proyek tersebut menjadi tahap awal dari target pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GW yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proses tender pembangunan PLTS 30 GW akan segera dimulai.

“Tahun ini, kita akan sudah mulai di tahun 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt. Ini dengan Pak Darmawan, Pak Dirut PLN, kita sudah bahas. Tendernya kita akan mulai lakukan sekarang,” ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurut Bahlil, pembangunan PLTS menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

Ia menjelaskan, kebutuhan minyak mentah nasional saat ini masih jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri.

“Lifting kita sampai dengan sekarang tidak lebih dari 600-610 ribu barrel. Konsumsi kita itu 1,5-1,6 juta barrel. B50 itu mampu mengkonversi kurang lebih sekitar 300 ribu sampai 390 ribu barrel. Rata-rata kita masih membutuhkan impor kurang lebih sekitar 700 ribu barrel per tahun,” kata Bahlil.

Tahap Pertama Dimulai dari Bali

Sebelumnya, Bahlil menyampaikan pembangunan tahap pertama program PLTS 100 GW akan dimulai di Bali.

Ia mengatakan pemerintah masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan dimulainya proyek tersebut.

“Nanti saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt tahap pertama. Mungkin kita akan buat di Bali,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada 4 Agustus 2026.

Bahlil menyebut program pembangunan PLTS 100 GW telah masuk dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.

Dengan masuknya program tersebut ke dalam perencanaan ketenagalistrikan nasional, Bahlil optimistis pembangunan PLTS dapat berjalan sesuai target.

“Kan kita buat masterplan dengan perencanaan,” ujarnya.

Pembangunan PLTS 30 GW sebagai tahap awal diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Selain memperkuat ketahanan energi, pengembangan energi surya juga diarahkan untuk mendukung transformasi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih. (Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *