Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Presiden Prabowo Bertolak ke NTT, Cek Langsung Penanganan Gempa di Flores

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu pagi, untuk meninjau langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak gempa bumi di sejumlah wilayah Pulau Flores.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak serta penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan warga berjalan dengan baik.

“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Prasetyo di Denpasar, Bali, Rabu pagi.

Prasetyo, yang akrab disapa Pras, menjelaskan Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana telah memerintahkan agar penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata ke seluruh wilayah terdampak.

Sejak 15 Agustus hingga 24 Agustus 2026, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan ke daerah terdampak gempa di Pulau Flores. Bantuan tersebut meliputi 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua unit rumah sakit lapangan.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana.

KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan. Sementara itu, RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana,” ujar Prasetyo.

Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan. Rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, difokuskan untuk pelayanan operatif dan telah melakukan 29 tindakan operasi secara kumulatif.

Sementara itu, fasilitas serupa di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat, tindakan operasi, serta perawatan bagi korban gempa.

Prasetyo menegaskan penanganan dampak gempa di NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah, kata dia, akan melanjutkan proses pemulihan secara bertahap melalui rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Prasetyo.

Kunjungan Presiden Prabowo ke NTT diharapkan dapat memastikan seluruh proses penanganan bencana, mulai dari penyaluran bantuan, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat, berjalan secara optimal dan terkoordinasi.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *