Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Mendag Klaim Produk UMKM Kuasai Lebih dari 60 Persen Etalase Ritel Modern

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan lebih dari 60 persen etalase ritel modern di Indonesia kini diisi oleh produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk lokal.

“Menurut informasi dari ritel modern, lebih dari 60 persen produk-produk UMKM, produk-produk lokal, itu sudah mengisi di ritel modern,” ujar Budi dalam acara Pembukaan Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama META di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

Budi mengatakan tingginya penyerapan produk lokal tersebut merupakan hasil dari kemitraan strategis antara Kementerian Perdagangan dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).

“Kita sudah bermitra dengan Hippindo dan Aprindo. Jadi, produk UMKM kita sekarang banyak dijual di mal, department store, di ritel modern sudah banyak,” ujar Budi.

Aturan 30 Persen Produk UMKM Diubah

Budi menjelaskan, sebelum pola kemitraan diterapkan, pemerintah sempat memberlakukan aturan yang mewajibkan ritel modern menjual minimal 30 persen produk UMKM.

Namun, kebijakan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah negara dan kemudian menjadi objek pengusutan karena dinilai berpotensi mendiskriminasi produk asing.

“Dulu ada ketentuan ritel modern itu harus menjual minimal 30 persen produk UMKM, tetapi itu ditentang negara lain. Diusut negara lain, dianggap itu diskriminasi. Sekarang diubah menjadi pola kemitraan,” ujar Budi.

Menurut Budi, melalui pola kemitraan tersebut, produk UMKM dan lokal tetap dapat memperoleh akses ke jaringan ritel modern tanpa menggunakan ketentuan kewajiban persentase tertentu.

Produk Lokal di METRO Tembus Lebih dari 60 Persen

Salah satu contoh ritel modern dengan porsi produk lokal yang disebut telah melebihi 60 persen adalah METRO Department Store.

Presiden Komisaris METRO Department Store Anita Ratnasari Tanjung mengatakan dominasi produk lokal di METRO tidak terlepas dari kepemilikan CT Corp terhadap perusahaan tersebut yang mencapai 100 persen. Sebelumnya, department store tersebut dimiliki oleh Metro Holding Singapore.

“Ini menandakan bahwa kita terus support program UMKM, tentunya di METRO. Produk-produk UMKM yang sudah ada di METRO tentunya sudah dikurasi terlebih dahulu dan juga ini merupakan langkah yang sangat baik, karena dilihat dari kualitasnya sudah sangat baik,” ujar Anita dalam acara “Launching Akses Pasar Produk UMKM ke Jaringan METRO Department Store” di gerai METRO, Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (9/7).

Dengan pola kemitraan tersebut, pemerintah mendorong semakin banyak produk UMKM dan lokal masuk ke jaringan ritel modern, pusat perbelanjaan, serta department store sehingga pelaku usaha dalam negeri memiliki akses pasar yang lebih luas.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *