Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Proyek Rehabilitasi Irigasi Rp8,6 Miliar di Gunungsitoli Afia Ditargetkan Rampung Desember

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Gunungsitoli | Harian Merdeka

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, senilai sekitar Rp8,6 miliar terus dikebut. Hingga pekan ini, progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Proyek tersebut bersumber dari anggaran BKP Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Gunungsitoli dan dikerjakan CV Permata Jennita. Pekerjaan dimulai 24 Juni 2026 dan ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 21 Desember 2026.

Direktur Pelaksana CV Permata Jennita, Reformasi Zega, mengatakan progres pekerjaan diperkirakan mencapai 30 persen apabila kondisi cuaca mendukung “Untuk progres pekerjaan, kalau cuaca mendukung, dalam minggu ini diperkirakan sekitar 30 persen,” kata Reformasi, kepada harianmerdeka.com, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, faktor cuaca menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pekerjaan. Saat hujan turun, pekerjaan tertentu dihentikan sementara untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan “Kita tidak ingin pekerjaan ini asal jadi kalau hujan, pekerjaan kami stop,” ujarnya.

Reformasi tidak ada penggunaan material bekas untuk pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut. Material bekas yang terlihat di sekitar lokasi, kata dia, hanya ditumpuk di sisi jalan “Material bekas tidak pernah digunakan. Itu hanya ditumpuk dan diletakkan di pinggir jalan,” katanya.

Dia menjelaskan, material pasir yang digunakan didatangkan dari kawasan Bogali dan Sungai Sowu sedangkan material batu gunung berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Hilimbowo, Ambukha, Alo’oa dan Nazalou reformasi menegaskan kualitas dan mutu pekerjaan menjadi perhatian pihak pelaksana. Selain itu, sebagian besar tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari masyarakat setempat.

“Kami berharap dukungan masyarakat setempat agar pekerjaan dapat berlangsung lancar dan selesai tepat waktu,” ujarnya.

Jaringan Irigasi 2.502 Meter proyek rehabilitasi tersebut mencakup jaringan irigasi sepanjang sekitar 2.502 meter jaringan itu nantinya berfungsi menyuplai kebutuhan air untuk areal persawahan di tiga desa, yakni Desa Lasara Sowu, Gawu-Gawu Bouso dan Tetehosi Afia.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat yang rumahnya berada di sepanjang jalur pembangunan, pihak pelaksana juga menyediakan plat penyeberangan menuju rumah warga “Ada sekitar 40 plat yang kita bangun untuk akses warga menuju rumah masing-masing yang dilintasi pembangunan irigasi,” kata Reformasi.

Dia memastikan pekerjaan ditargetkan selesai pada 21 Desember 2026 sesuai jadwal kontrak diawasi Ketat Dinas PUTR Reformasi mengatakan pelaksanaan proyek mendapat pengawasan ketat dari Dinas PUTR Kota Gunungsitoli pengawasan dilakukan pejabat terkait, mulai dari kepala bidang sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), direksi hingga pengawas lapangan pemantauan bahkan dilakukan di luar jam kerja.

“Selama pekerjaan, dari Dinas PUTR sangat ketat memantau. Kabid/PPK, direksi dan pengawas bahkan malam hari datang memantau,” katanya.

Pihak pelaksana juga diwajibkan mendokumentasikan aktivitas pekerjaan setiap hari dalam bentuk video sebagai bagian dari pemantauan progres jika ditemukan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi, pihak PUTR disebut meminta pelaksana melakukan pembongkaran dan perbaikan.

“Kalau ada pekerjaan yang tidak sesuai, pihak PUTR sendiri yang meminta dilakukan pembongkaran,” ujar Reformasi.

Dia berharap dukungan masyarakat terus diberikan selama proses pembangunan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan warga Sambut Pembangunan tokoh masyarakat Dusun VI, Desa Lasara Sowu, Ama Ifan Ziliwu, menyambut baik pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut.

Menurut dia, pembangunan jaringan irigasi tidak hanya penting untuk menjamin suplai air ke areal persawahan, tetapi juga diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan banjir yang selama ini terjadi di kawasan permukiman “Selama ini rumah kami dan puluhan rumah warga lainnya terendam banjir saat hujan,” kata Ama Ifan, yang juga anggota BPD Lasara Sowu.

Dia berharap rehabilitasi jaringan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini terdampak genangan air ama Ifan juga mengapresiasi Pemerintah Kota Gunungsitoli atas pembangunan jaringan irigasi di wilayah tersebut “Kami berterima kasih kepada Pemko Gunungsitoli atas adanya pembangunan ini,” ujarnya.

Dengan rehabilitasi jaringan sepanjang 2.502 meter itu, masyarakat berharap fungsi irigasi untuk mendukung pertanian kembali optimal sekaligus membantu mengurangi genangan air di kawasan permukiman.(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *