Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Hensat: Pilihan Pendamping Prabowo Bukan Sekadar Pilpres 2029, Masa Depan Gerindra Dipertaruhkan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Pengamat politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio atau Hensat, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki sejumlah opsi dalam menentukan tokoh yang berpotensi mendampinginya pada Pilpres 2029.

Menurut Hensat, Prabowo dapat mempertimbangkan kader Partai Gerindra maupun tokoh nonpartai Namun, sosok yang dipilih idealnya memiliki loyalitas kuat serta tidak terlalu dibebani ambisi politik pribadi.

“Prabowo bisa memilih kader Gerindra atau tokoh nonpartai yang loyal dan tidak terlalu terbebani ambisi politik,” ujar Hensat.

Hensat menilai, pertimbangan tersebut penting karena posisi pendamping Prabowo nantinya tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan menghadapi kontestasi Pilpres 2029.

Lebih jauh, keputusan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang Prabowo dalam membangun kesinambungan kekuatan politik.

“Ini bukan sekadar soal pasangan untuk Pilpres 2029. Keputusan Prabowo juga akan menentukan arah kekuatan politik Gerindra hingga Pemilu 2034,” kata dia.

Karena itu, menurut Hensat, pemilihan figur pendamping harus dilakukan secara cermat.

Prabowo tidak hanya membutuhkan sosok yang mampu mendongkrak elektabilitas, tetapi juga figur yang dapat menjaga soliditas pemerintahan sekaligus tidak menjadi sumber rivalitas politik di kemudian hari.

Jika salah memilih figur, keputusan tersebut berpotensi memunculkan persoalan baru dalam peta kekuatan internal maupun eksternal Gerindra sebaliknya, apabila figur yang dipilih mampu menjaga loyalitas dan soliditas, posisi tersebut dapat menjadi salah satu instrumen penting bagi keberlanjutan kekuatan politik Prabowo dan Gerindra hingga 2034.

Dengan demikian, bursa pendamping Prabowo berpotensi menjadi salah satu pertarungan politik paling strategis menjelang Pemilu 2029 bukan hanya tentang siapa yang berada di samping Prabowo, tetapi juga siapa yang kelak memiliki peluang besar menentukan arah Gerindra setelah era Prabowo.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *