Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Ferdinand Hutahean Serukan Hukuman Politik untuk Jokowi: “Indonesia Rusak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Politisi Ferdinand Hutahean melontarkan kritik tajam terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) Ia menilai berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintahan Jokowi selama dua periode memimpin pemerintahan.

Ferdinand bahkan menggunakan istilah keras dengan menyebut Indonesia mengalami kerusakan akibat pemerintahan Jokowi pernyataan itu disampaikannya saat menanggapi aksi massa yang mendatangi kediaman Jokowi di Solo.

“Indonesia rusak karena Jokowi. Lakukan apa yang dilakukan massa kemarin di setiap daerah ketika dia datang, lakukan itu semua harus lakukan itu karena dia harus diberi hukuman politik,” tegas Ferdinand, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Menurut Ferdinand, penolakan terhadap Jokowi seharusnya dilakukan melalui jalur politik Ia pun menyerukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai manuver politik yang dilakukan mantan Presiden tersebut.

“Jangan mau diperdaya Jokowi jangan mau ditipu muslihat oleh dia hanya untuk politik dan keluarganya,” ujarnya.

Ferdinand menilai sikap kritis masyarakat terhadap Jokowi kini semakin berkembang. Ia mengklaim masyarakat mulai memahami lebih jauh sosok dan rekam jejak mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut selama berada di panggung politik nasional.

Karena itu, Ferdinand memprediksi aksi penolakan terhadap Jokowi tidak berhenti pada satu peristiwa di Solo Menurut dia, aksi serupa berpotensi muncul di berbagai daerah ketika Jokowi melakukan kunjungan.

“Yang mau kita lihat adalah bahwa hal seperti ini ke depan akan banyak terjadi karena masyarakat semakin paham, semakin tahu dia yang sesungguhnya,” kata Ferdinand.

Pernyataan tersebut menambah keras dinamika politik yang melibatkan Jokowi setelah berakhirnya masa kepresidenannya.

Kritik terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi kini terus menjadi bagian dari perdebatan politik, sementara pendukungnya tetap menilai sejumlah kebijakan era pemerintahannya sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang Indonesia.

Seruan Ferdinand untuk memberikan “hukuman politik” juga menunjukkan bahwa pertarungan politik terhadap pengaruh Jokowi belum sepenuhnya berakhir meski ia sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden.

Isu mengenai warisan kebijakan, pengaruh keluarga, serta arah politik Jokowi ke depan diperkirakan masih menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat.(Agus).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *