Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kepala Bakom RI: Diplomasi Prabowo di KTT BRICS Berorientasi Kesejahteraan Rakyat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bagian dari upaya memperluas kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.

Menurut Qodari, forum BRICS dimanfaatkan Prabowo untuk membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Untuk itu, Prabowo berulang kali menekankan pentingnya negara-negara anggota BRICS mempererat kolaborasi.

“Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan,” ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Qodari menambahkan, dalam sesi tertutup KTT BRICS pada Sabtu, 12 September 2026, Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun.

Menurutnya, kemandirian nasional harus dibangun dari dalam negeri, mulai dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, menjamin ketahanan energi, menyediakan pendidikan, hingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak negara-negara anggota BRICS saling membantu untuk mencapai kemakmuran bersama.

Qodari menilai sikap tersebut sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang menempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen untuk memperkuat kepentingan nasional tanpa bergantung pada satu poros tertentu.

“Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional sekaligus upaya memperkuat kepentingan masyarakat di dalam negeri,” tambah dia.

Qodari menegaskan, kerja sama Indonesia dengan negara-negara BRICS semakin relevan di tengah kompleksitas situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi.

Karena itu, diversifikasi mitra ekonomi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan nasional, sementara keberhasilan diplomasi pada akhirnya diukur dari manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah seberapa banyak pertemuan yang terlaksana, melainkan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Qodari. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *