Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Adi Prayitno: Pencopotan Purbaya Baru Permulaan, Reshuffle Kabinet Bisa Berlanjut

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Pengamat politik Adi Prayitno menilai reshuffle Kabinet Merah Putih yang mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bukan sekadar pergantian pejabat biasa.

Ia melihat langkah tersebut berpotensi menjadi awal dari perombakan kabinet yang lebih besar.

Menurut Adi, pergantian Purbaya dapat menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo Subianto masih akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah menteri lainnya, terutama menjelang memasuki tahun politik 2027 dan periode dua tahun pemerintahan.

“Ini bisa saja baru permulaan. Reshuffle kabinet sangat mungkin berlanjut,” ujar Adi dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Ia menilai keputusan mengganti Purbaya tidak bisa hanya dilihat dari perspektif kinerja kementerian. Faktor politik, termasuk persoalan loyalitas terhadap Presiden, dinilai turut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan posisi seseorang di kabinet.

“Kalau melihat politik pemerintahan, reshuffle tidak selalu semata-mata soal kinerja. Ada faktor loyalitas dan soliditas pemerintahan yang juga menjadi pertimbangan,” katanya.

Adi berpandangan, semakin mendekati tahun politik, kebutuhan Presiden untuk memastikan kabinet bergerak dalam satu garis politik akan semakin besar. Karena itu, para menteri yang dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan agenda dan arah pemerintahan berpotensi menghadapi evaluasi.

Menurut dia, Presiden Prabowo membutuhkan jajaran pembantu yang bukan hanya memiliki kapasitas teknokratis, tetapi juga mampu menjaga konsistensi kebijakan serta menjalankan agenda politik pemerintahan.

Pergantian Menteri Keuangan pun dinilai memiliki bobot politik tersendiri karena posisi tersebut sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan ekonomi, fiskal, dan pengelolaan keuangan negara.

“Menjelang dua tahun pemerintahan, biasanya akan ada evaluasi terhadap kabinet. Bisa saja yang sekarang ini merupakan bagian dari konsolidasi lebih besar,” ujar Adi.

Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa publik masih perlu melihat perkembangan berikutnya sebelum menyimpulkan bahwa seluruh reshuffle didasarkan pada persoalan loyalitas.

Yang jelas, pencopotan Purbaya telah memunculkan spekulasi bahwa Presiden Prabowo sedang melakukan penataan ulang terhadap lingkaran pemerintahan. Jika evaluasi berlanjut, bukan tidak mungkin sejumlah posisi strategis lain ikut mengalami perubahan.

Dengan demikian, reshuffle kali ini bukan hanya menjadi perhatian karena siapa yang keluar dan siapa yang masuk, tetapi juga karena pesan politik mengenai arah konsolidasi pemerintahan Prabowo hingga menghadapi dinamika politik 2027.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *