Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Soal Pencopotan Menteri, Hasan Nasbi: Kehilangan Jabatan Bukan Akhir Segalanya

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka 

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengajak publik melihat pemberhentian seorang pejabat sebagai bagian dari perjalanan politik hal itu ia sampaikan di tengah masih hangatnya perbincangan mengenai pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan pada Senin (14/9) lalu.

Dalam tayangan video di akun YouTube pribadinya pada Selasa (15/9), Hasan Nasbi menyatakan bahwa pemberhentian dari sebuah posisi tidak otomatis mengakhiri karier seseorang.

“Ada orang yang mungkin merasa ketika diberhentikan dari jabatannya kemudian itu adalah akhir dari karier politiknya,” kata Hasan Nasbi, dikutip Rabu (16/9).

Ia lantas mencontohkan perjalanan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo merupakan salah satu perwira tinggi yang tengah menanjak di lingkungan ABRI/TNI dengan pangkat Letnan Jenderal. Namun, karier militernya kemudian berakhir setelah diberhentikan dari dinas keprajuritan pada 1998.

“Kalau kita lihat sejarahnya Presiden Prabowo, beliau kan diberhentikan dari jabatannya. Waktu itu menjadi rising star di ABRI waktu itu, di TNI, dengan pangkat letnan jenderal di usia yang masih muda, tapi kemudian diberhentikan begitu saja,” ujar Hasan.

Hasan mengatakan, banyak orang kala itu mungkin menganggap pemberhentian tersebut sebagai akhir perjalanan politik Prabowo. Namun, anggapan itu ternyata tidak terbukti. Setelah keluar dari militer, Prabowo justru melanjutkan perjuangannya di dunia politik selama puluhan tahun hingga akhirnya berhasil menjadi Presiden pada 2024.

“Berjuang dalam sekian kali pemilu untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, beberapa kali kalah, tapi tidak menghapus kesabaran dan semangat beliau untuk memperjuangkan keyakinannya dalam politik. Dan akhirnya di tahun 2024, beliau mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, terpilih menjadi Presiden,” terang dia.

Hasan tidak hanya membawa nama Prabowo sebagai contoh ia juga menyinggung perjalanan politik Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang pernah diberhentikan dari jabatan Wakil Perdana Menteri Malaysia.

Anwar diberhentikan dari jabatan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan pada 1998. Setelah itu, ia menghadapi proses hukum dan menjalani hukuman penjara.

Meski melalui perjalanan politik yang panjang dan penuh tekanan, Anwar tetap melanjutkan perjuangannya. Pada akhirnya, ia berhasil menduduki kursi Perdana Menteri Malaysia pada 2022, ketika usianya sudah jauh dari usia muda.

Bagi Hasan, dua perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kehilangan jabatan tidak selalu berarti berakhirnya perjalanan politik seseorang.

“Ini perjuangan politik yang panjang, tapi memberikan bukti bahwa diberhentikan dari jabatan itu bukan akhir dari segalanya,” ungkap Hasan Nasbi.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan digantikan Suahasil Nazara. Pergantian tersebut menuai tanda tanya besar dari sebagian pihak, terlebih dilakukan secara mendadak melalui panggilan telepon saat Purbaya masih rapat sebagai Menkeu. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *