Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Serap Spirit Ulama NU, Kepala BP Taskin Ziarah ke Pesantren di Jombang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jombang | Harian Merdeka

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menggelar rihlah ziarah dan silaturahim ke Pesantren Tebuireng serta Pesantren Tambakberas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.

Mantan aktivis PRD ini datang bersama rombongan yang terdiri dari DR Hasan, Gus Yanto, serta Sukri untuk menyerap spirit perjuangan para tokoh pendiri dan pembaru Nahdlatul Ulama (NU).

Kunjungan pertama diawali di Pesantren Tebuireng, di mana Budiman diterima langsung oleh Ibu Nyai Hj Farida Salahudin Wahid dengan hangat di kediamannya.

Usai berdiskusi dengan keluarga besar pengasuh Darul Falah Tebuireng, Budiman bersama rombongan berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), untuk memanjatkan doa.

Perjalanan dilanjutkan ke Pesantren Tambakberas, yang mana Budiman disambut langsung oleh Pengasuh Ribath Al-Yahya Bahrul Ulum Tambakberas, Gus Amin Yahya.

Di lokasi ini, Budiman memimpin rombongan berziarah ke makam pahlawan nasional sekaligus salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah.

Budiman menegaskan bahwa kesempatan berziarah ke makam dua tokoh besar bangsa ini merupakan kehormatan tinggi sekaligus momen pengingat atas kontribusi ulama NU menjaga keutuhan NKRI.

Ia secara khusus mengenang kedekatan serta interaksi langsung yang pernah terjalin dengan Gus Dur semasa almarhum masih hidup.

Berbeda dengan Gus Dur, sosok Mbah Wahab diakui Budiman lebih banyak ia pelajari melalui rekam jejak sejarah, kisah perjuangan, serta warisan pemikirannya.

Meskipun Mbah Wahab wafat saat Budiman baru berusia satu tahun, rekam jejak perjuangan tokoh NU tersebut dinilainya tetap sanggup membakar semangat generasi muda hingga hari ini.

Mbah Wahab dinilai sebagai figur pencerah yang berpikir melampaui zamannya (thinking out of the box) serta berani keluar dari batas-batas pemikiran konvensional.

Keberanian pembaruan dan ijtihad Mbah Wahab tersebut dianggap sebagai kunci utama yang membawa NU berkembang pesat serta diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Dalam pandangan Budiman, NU merupakan organisasi patriotik kerakyatan berbasis Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang berwawasan global serta memiliki orientasi masa depan.

Sebuah organisasi dinilainya akan terus berkembang pesat apabila mampu mempertahankan konsistensi serta relevansinya terhadap tantangan zaman yang terus berubah.

Sebagai pejabat yang dipercaya membantu Presiden Prabowo Subianto, Budiman melihat adanya benang merah antara pemikiran pahlawan bangsa tersebut dengan karakter Presiden yang gemar membuat terobosan.

Ia merasa beruntung dapat memetik pelajaran berharga, baik dari tokoh yang pernah ditemuinya langsung maupun melalui murid-murid penerus warisan Mbah Wahab.

Rihlah ziarah ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk terus menggali harta karun pemikiran ulama NU agar tetap relevan dalam menjawab tantangan bangsa di masa depan. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *