Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Mediasi Berujung Damai, Situasi Rajeg Tangerang Dipastikan Kondusif

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang I Harian Merdeka

Persoalan yang sempat memicu perhatian masyarakat di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, akhirnya diselesaikan melalui mediasi. Para pihak sepakat berdamai sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut dipastikan tetap aman dan kondusif.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kesepakatan damai tercapai setelah Polresta Tangerang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang dan unsur pemerintah Kecamatan Rajeg melakukan koordinasi serta mediasi secara intensif.

“Kami dari Polda Banten, khususnya Polresta Tangerang, kami memastikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Tangerang, khususnya Kecamatan Rajeg, sampai dengan saat ini aman dan kondusif,” ujar Maruli kepada wartawan, Senin (22/9/2026).

Sebagai bagian dari hasil mediasi, pemerintah daerah akan membantu menyediakan tempat ibadah sementara bagi jemaat. Fasilitas tersebut akan digunakan sambil menunggu proses administrasi dan perizinan tempat ibadah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Para pihak sudah bersepakat untuk berdamai. Kami berharap seluruh pihak dapat menghormati kesepakatan yang telah diambil dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” kata Maruli.

Polda Banten juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Maruli meminta warga Kabupaten Tangerang, khususnya masyarakat Kecamatan Rajeg, mewaspadai penyebaran berita bohong atau hoaks serta berbagai bentuk hasutan dan ajakan yang berpotensi mengganggu kerukunan maupun keamanan lingkungan.

Ia menegaskan, penyelesaian melalui dialog dan kesepakatan bersama menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan antarwarga serta memastikan kondisi keamanan di wilayah Rajeg tetap terjaga.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *