Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Ajak Ratusan Ketua OSIS Berani Hadapi Kegagalan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Kota Bekasi | Harian Merdeka

Masa remaja menjadi fase penting dalam menentukan arah pendidikan, pengembangan diri, dan masa depan. Karena itu, 242 Ketua OSIS SMA/SMK se-Kota Bekasi diajak berani menghadapi kegagalan dan menentukan pilihan secara matang.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelajar Bertanya Polisi Menjawab di Kantor Polres Metro Bekasi Kota. Kegiatan yang digelar Selasa 22 September 2026 itu dikemas melalui diskusi dan dialog interaktif bersama pelajar.

Sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja menjadi bahan pembahasan dalam dialog tersebut. Di antaranya mengenali potensi diri, menghadapi kegagalan, menjaga semangat belajar, dan menentukan pilihan.

Dandim 0507/Bekasi Kolonel Inf Supri Siswanto mengingatkan keberhasilan tidak selalu diawali pencapaian besar. Menurutnya, kemauan memperbaiki diri dan menghargai proses menjadi bekal penting mencapai tujuan.

“Masa depan dibentuk oleh pilihan-pilihan baik yang dilakukan secara konsisten jadi perlu takut menghadapi kegagalan. Karena dari sanalah kita belajar mengenali kemampuan, memperbaiki kekurangan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat,” kata Supri.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menekankan pentingnya ruang aman bagi pelajar. Menurutnya, dialog langsung membantu kepolisian memahami cara pandang dan persoalan yang dihadapi pelajar.

Pertanyaan para peserta juga menjadi pintu masuk untuk memberikan penjelasan sebelum muncul kesalahpahaman. Langkah tersebut diharapkan membantu pelajar menghadapi persoalan tanpa mengambil keputusan yang merugikan.

“Kami ingin pelajar merasa aman untuk berbicara dan tidak menghadapi persoalan seorang diri. Ketika menemukan keadaan yang membingungkan atau berisiko, sampaikan kepada orang tua, guru, maupun kepolisian,” ujarnya.

Melalui dialog tersebut, pelajar tidak hanya mendapat ruang bertanya kepada aparat. Mereka juga diajak memahami pentingnya keberanian menghadapi kegagalan dan bertanggung jawab atas setiap pilihan. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *