Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Vita Ervina Soroti Fire Walk BPJS Ketenagakerjaan, Tekankan Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, memberikan perhatian terhadap penggunaan metode fire walk atau berjalan di atas bara api dalam pelatihan pembentukan karakter calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, pengembangan mental dan karakter penting dilakukan, namun tidak boleh mengesampingkan prinsip keselamatan kerja dan manajemen risiko.

Vita mengapresiasi upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun keberanian, daya juang, serta kepercayaan diri para calon pegawai. Meski demikian, ia menilai lembaga yang berperan sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan seharusnya menjadi contoh dalam penerapan budaya keselamatan di setiap kegiatan, termasuk dalam proses pendidikan dan pelatihan.

“Sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang setiap hari mengedukasi pentingnya pencegahan risiko kerja, BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi teladan utama dalam menerapkan standar keselamatan pada setiap aktivitasnya, termasuk dalam pendidikan dan pelatihan pegawai,” ujar Vita dalam keterangan pers, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan pembinaan sumber daya manusia tidak diukur dari kemampuan menghadapi tantangan fisik yang ekstrem, melainkan dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, melainkan oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme kerja, serta empati terhadap peserta,” tegasnya.

Vita menambahkan, indikator utama kinerja pegawai BPJS Ketenagakerjaan adalah kemampuan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas dalam memastikan hak-hak pekerja terpenuhi melalui lima program utama, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Sebagai mitra pengawas, Komisi IX DPR RI mendukung berbagai inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia selama pelaksanaannya relevan dengan kebutuhan organisasi, memiliki manfaat yang terukur, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Ia menegaskan, simbol keberanian tidak boleh mengaburkan tujuan utama sebuah institusi publik, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik dibangun melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan konsisten menghadirkan pelayanan terbaik. Itulah fondasi sesungguhnya untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *