Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tumor 10,4 Cm Mengecil Jadi 6,7 Cm, SIRT Y-90 di RS Mandaya Hospital Hadirkan Harapan Baru Pasien Kanker Hati

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Perkembangan terapi kanker hati di Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90. Terapi berbasis partikel radioaktif Yttrium-90 ini kini tersedia di RS Mandaya Royal Puri dan telah dijalani oleh sejumlah pasien sejak diperkenalkan pada Mei 2026.

Hingga saat ini, tercatat lima pasien telah menjalani terapi SIRT Y-90. Tim medis terus melakukan evaluasi untuk melihat respons masing-masing pasien terhadap pengobatan.

SIRT Y-90 bekerja dengan mengirimkan partikel radioaktif melalui pembuluh darah menuju area tumor di hati. Partikel tersebut kemudian memberikan paparan radiasi secara lebih terarah di sekitar jaringan tumor.

Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien kanker hati primer maupun kanker yang telah menyebar ke hati. Pada kondisi tertentu, SIRT Y-90 juga dapat dipertimbangkan bagi pasien dengan tumor yang sulit ditangani melalui operasi, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keputusan tim medis.

Dari lima pasien yang telah menjalani terapi, dua di antaranya sudah memiliki hasil evaluasi pascatindakan yang dapat diamati salah satu pasien menunjukkan perubahan pada ukuran massa tumor.

Berdasarkan pemeriksaan, area enhancement tumor mengalami penurunan, sementara ukuran massa yang sebelumnya sekitar 8,8 x 10,4 sentimeter berubah menjadi sekitar 6,8 x 6,7 sentimeter pasien tersebut juga dilaporkan mengalami perbaikan gejala setelah menjalani terapi.

Sementara itu, pada pasien lainnya, pemeriksaan lanjutan menunjukkan lesi di hati tidak lagi memperlihatkan tanda-tanda tumor aktif dan dikategorikan sebagai non-viable tumor hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi medis untuk mengetahui sejauh mana tubuh pasien merespons terapi SIRT Y-90.

Karena setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, pemantauan tetap diperlukan untuk menentukan perkembangan penyakit dan langkah pengobatan berikutnya. Public Relations Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto, mengatakan perkembangan sejumlah pasien tersebut menunjukkan adanya respons positif setelah menjalani terapi.

“Melihat perkembangan pasien yang sudah menjalani SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri, kami semakin yakin bahwa terapi ini mampu memberikan harapan baru bagi pasien kanker hati di Indonesia,” ujar Erwin.
Menurut dia, beberapa pasien memperlihatkan perkembangan yang positif, mulai dari ukuran tumor yang mengecil hingga gejala yang mengalami perbaikan.

“Beberapa pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan, mulai dari tumor yang mengecil dan gejala yang mereda. Kehadiran terapi Y-90 juga menjadi bagian dari inovasi dalam pengobatan kanker hati, khususnya bagi pasien yang membutuhkan pilihan terapi yang lebih terarah dan memiliki kondisi yang tidak mudah ditangani dengan operasi,” katanya.

Kendati demikian, hasil pada sejumlah pasien tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa SIRT Y-90 memberikan hasil yang sama pada seluruh pasien kanker hati. Respons terapi dapat berbeda-beda dan tetap harus dinilai melalui pemeriksaan serta pemantauan dokter secara berkala.

Kehadiran SIRT Y-90 di Indonesia menjadi salah satu perkembangan dalam pilihan terapi kanker hati, terutama bagi pasien yang membutuhkan pendekatan pengobatan lokal dengan paparan radiasi yang diarahkan ke jaringan tumor.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *