Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Usai Dilantik Jadi Kepala Bakom, Syahganda Ungkap 3 Strategi Komunikasi Pemerintah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Syahganda Nainggolan resmi menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (2/10/2026).

Syahganda menggantikan Muhammad Qodari. Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo juga melantik Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom.

Usai pelantikan, Syahganda menyampaikan sejumlah arahan Presiden Prabowo sekaligus rencana yang akan dilakukan untuk memperkuat komunikasi pemerintah. Sedikitnya ada tiga hal yang menjadi perhatian.

1. Komunikasi sebagai alat memperkuat persatuan nasional

Syahganda mengatakan Presiden Prabowo menekankan pentingnya komunikasi pemerintah sebagai sarana memperkuat persatuan nasional.

“Kalau arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional,” ujar Syahganda.

Menurutnya, komunikasi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian program, tetapi juga bagaimana gagasan dan kebijakan pemerintah dapat dipahami masyarakat secara lebih luas.

2. Strategi komunikasi diperkuat dengan mempertimbangkan perkembangan AI

Syahganda mengatakan Bakom akan melanjutkan berbagai program komunikasi yang telah berjalan. Namun, strategi tersebut akan diperkuat dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta algoritma digital.

Ia menyebut Bakom berencana membentuk tim khusus untuk mempelajari pengaruh algoritma terhadap pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok, tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat. Jadi selain dibantu oleh teman-teman media, kita juga memikirkan itu ke depan,” kata Syahganda.

3. Perkuat dialog dengan media dan wartawan

Poin ketiga yang menjadi perhatian Syahganda adalah memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dengan media dan wartawan.

Menurut dia, dialog yang intensif diperlukan agar pesan pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat. Sebaliknya, aspirasi masyarakat juga dapat disampaikan kembali kepada pemerintah melalui media.

“Kita harus banyak ketemu teman-teman media, teman-teman wartawan, bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah. Jadi ada dialog yang intensif nantinya.”

Syahganda juga mengapresiasi peran insan media yang selama ini membantu menyampaikan pemikiran Presiden Prabowo serta berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

“Program oke, kemudian orang melihatnya. Tapi pikiran, nah, itu pikiran-pikiran beliau, itu pikiran-pikiran konstitusional dan itu penting sampai rakyat tahu semua,” pungkasnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *