Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

KDM Resmikan Pembangunan PSEL Legok Nangka, Langkah Besar Jabar Atasi Persoalan Sampah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bandung | Harian Merdeka

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merealisasikan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Yuliot Tanjung menandai dimulainya pembangunan proyek strategis tersebut melalui prosesi groundbreaking pada Rabu (29/7/2026).

Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengatakan, pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi langkah konkret Pemprov Jabar dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah dari persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat.

Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, sekaligus mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

“PSEL Legok Nangka merupakan komitmen kami untuk menghadirkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Sampah tidak boleh lagi hanya menjadi masalah, tetapi harus bisa diolah menjadi sesuatu yang memberikan manfaat, termasuk menghasilkan energi bersih,” ujar KDM.

TPPAS Regional Legok Nangka nantinya memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.131 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan melayani kebutuhan pengelolaan sampah dari enam wilayah di Jawa Barat, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.

Dengan menerapkan teknologi waste-to-energy, proyek tersebut diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat mendukung program energi berkelanjutan nasional.

Dalam rangkaian kegiatan groundbreaking, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan waste-to-energy di Jawa Barat sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemprov Jabar dalam mengembangkan pengolahan sampah berbasis energi. Ia menilai proyek PSEL Legok Nangka memiliki potensi besar untuk menjadi contoh penerapan teknologi pengelolaan sampah modern di Indonesia.

“Proyek ini diharapkan memberikan dampak luas, mulai dari penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, hingga pengurangan emisi,” kata Yuliot.

Pembangunan PSEL Legok Nangka juga mendapat dukungan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), termasuk penjaminan investasi dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII.

Sebelumnya, PT PII telah memberikan penjaminan pemerintah terhadap proyek tersebut pada April 2026 dengan melibatkan PT Jabar Environmental Solutions (JES) sebagai badan usaha pelaksana dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai penanggung jawab proyek kerja sama.

Plt. Direktur Utama PT PII Andre Permana menjelaskan, dukungan penjaminan tersebut bertujuan meningkatkan kelayakan pembiayaan proyek sekaligus memberikan kepastian dalam pengelolaan risiko pembangunan infrastruktur.

“Groundbreaking PSEL Legok Nangka menjadi tahapan penting dalam pengembangan infrastruktur persampahan berbasis KPBU. Kami berharap proyek ini dapat menjadi model pembangunan infrastruktur hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, badan usaha, serta berbagai pemangku kepentingan, PSEL Legok Nangka diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi dan lingkungan yang lebih sehat di Jawa Barat.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *