Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pergub Lembaga Adat Betawi Jadi Komitmen Pramono Jaga Warisan Budaya Jakarta

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penyelesaian Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya Jakarta.

Pramono menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3 Kemayoran, Jalan Benyamin Suaeb, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Sabtu (1/8).

Menurutnya, keberadaan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi menjadi bagian penting dalam menjaga identitas Jakarta di tengah perkembangan kota menuju taraf global.

“Saya ingin memastikan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi benar-benar hadir di Jakarta. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebudayaan Betawi agar tetap hidup dan berkembang,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, pembentukan lembaga tersebut juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, khususnya terkait pelibatan lembaga adat dan kebudayaan Betawi dalam pengembangan kebudayaan.

Pramono menilai kemajuan Jakarta tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai budaya yang menjadi akar masyarakatnya.

“Jakarta menuju kota global bukan hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pembangunan fisik. Penguatan budaya juga penting agar Jakarta tidak kehilangan jati dirinya,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya Betawi, Pramono menyebut berbagai unsur budaya Betawi telah mulai diterapkan dalam aktivitas pemerintahan di Balai Kota. Salah satunya penggunaan pakaian adat Betawi dalam sejumlah kegiatan resmi, seperti busana Kebaya Encim bagi perempuan dan Ujung Serong bagi laki-laki saat pelantikan pejabat.

Selain itu, sejumlah kuliner khas Betawi seperti Bir Pletok dan Dodol Betawi juga menjadi bagian dari penyambutan tamu di Balai Kota DKI Jakarta. Pemprov DKI turut mendorong berbagai kegiatan budaya seperti Lebaran Betawi, Andilan Kebo, hingga rencana pelaksanaan haul bagi ulama dan habaib Betawi.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga memberikan apresiasi terhadap usulan Ketua Umum FBR, Luthfi Hakim, terkait pelaksanaan 500 kali khataman Al-Qur’an bersama masyarakat dalam rangka menyambut HUT lima abad Jakarta tahun depan.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama untuk kemajuan Jakarta.

Pramono berharap seluruh pihak dapat mendukung keberadaan Pergub Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi apabila nantinya diterbitkan. Ia mengajak masyarakat untuk melihat regulasi tersebut sebagai warisan yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Pergub ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi menjadi peninggalan yang akan menjaga kebudayaan Betawi dalam perjalanan panjang Jakarta,” pungkasnya.(Fj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *