Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menag: Pemikiran KH Ma’ruf Amin Jadi Warisan Penting bagi Perjalanan Bangsa

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai KH Ma’ruf Amin tidak hanya meninggalkan jejak dalam bentuk organisasi, tetapi juga mewariskan gagasan, metodologi berpikir, serta nilai perjuangan yang relevan bagi kehidupan umat dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri peluncuran sekaligus bedah buku berjudul “Fikrah, Manhaj, dan Harakah Nahdliyah Dalam Perspektif KH Ma’ruf Amin” di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Buku tersebut mengulas pemikiran, metode, dan gerakan moderat KH Ma’ruf Amin dalam menjaga persatuan bangsa melalui nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pandangan Menag, konsep Fikrah Nahdliyah yang mengedepankan prinsip Tawassuth (moderat), Tasamuh (toleran), dan Tawazun (seimbang) menjadi fondasi penting dalam membangun kerukunan antarumat beragama.

Menurut Nasaruddin, KH Ma’ruf Amin merupakan sosok ulama sekaligus organisatoris yang mampu menerjemahkan nilai keislaman ke dalam berbagai solusi nyata, termasuk dalam bidang kebangsaan dan pengembangan ekonomi syariah.

“Beliau tidak hanya mewariskan organisasi, tetapi mewariskan cara berpikir, manhaj para ulama, dan ruh khidmah bagi bangsa. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, buku ini mengingatkan kita untuk merenungkan ke mana arah perjalanan umat, memegang teguh sanad keilmuan, dan mengokohkan gerakan pemberdayaan berbasis pesantren,” ujar Menag.

Ia berharap kehadiran buku tersebut dapat menjadi penguatan budaya literasi di kalangan santri dan kiai, sekaligus menjaga warisan keilmuan ulama Nusantara agar tetap berakar kuat namun mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam kesempatan yang sama, KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa NU, pesantren, dan lembaga keagamaan tidak boleh berhenti menjadi simbol sejarah semata. Menurutnya, seluruh elemen tersebut harus terus berperan aktif dalam menghadapi perkembangan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga tiga gerakan utama, yakni Harakah Diniyah (gerakan keagamaan), Harakah Wathaniyah (gerakan kebangsaan), dan Harakah Iqtishadiyah (gerakan pemberdayaan ekonomi).

“Jangan sampai kita hanya bangga pada masa lalu dan kehilangan relevansi di masa depan. Kita harus menjadi penjaga keberagamaan yang adil (himayatul ummah) sekaligus pelopor perbaikan peradaban,” kata KH Ma’ruf Amin.

Buku tersebut ditulis oleh Siti Haniatunnisa, putri KH Ma’ruf Amin, bersama H. Muhammad Zainal Arifin, S.Pd.I, S.H., M.H. Karya itu disusun untuk mendokumentasikan perjalanan pemikiran KH Ma’ruf Amin terkait nilai, arah perjuangan, serta perkembangan Nahdlatul Ulama.

Siti Haniatunnisa menyampaikan bahwa pemikiran KH Ma’ruf Amin tidak terlepas dari warisan para pendiri NU, seperti Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi NU dalam menjalani perjalanan abad keduanya.

“Pemikiran beliau tidak pernah lepas dari warisan para muassis (pendiri) NU seperti Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari dan semoga bisa menjadi penunjuk arah Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengisi dan menjalani abad ke-2 nya,” ujarnya.

Menag Nasaruddin Umar menyebut kontribusi pemikiran dan rekam jejak KH Ma’ruf Amin sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf beserta jajaran pengurus, para ulama, kiai, pengasuh pondok pesantren, pimpinan Majelis Ulama Indonesia, serta akademisi dari berbagai daerah.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *