Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sinergi Jateng-IKN Diperkuat, Berbagai Peluang Kolaborasi dan Investasi Dijajaki

Bagikan: Facebook X WhatsApp

KALIMANTAN | Harian Merdeka

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menjajaki peluang kolaborasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mendukung pembangunan kawasan ibu kota baru. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut IKN memiliki potensi besar sebagai ruang kerja sama antarwilayah.

Salah satu peluang yang tengah dikaji adalah keterlibatan produk unggulan Jawa Tengah, khususnya furnitur asal Kabupaten Jepara, untuk memenuhi kebutuhan pengembangan IKN.

“Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furniture. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furniture di IKN dari Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat melakukan kunjungan ke Otorita IKN bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) serta badan usaha milik daerah (BUMD) Jawa Tengah pada Kamis (6/8/2026).

Rombongan Pemprov Jateng diterima langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran. Dalam pertemuan itu, turut hadir Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.

Ahmad Luthfi mengatakan, kerja sama yang dijajaki tidak hanya mencakup sektor produk daerah, tetapi juga berbagai bidang lain seperti peran dinas terkait, sektor perbankan melalui BUMD, hingga perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Menurutnya, pembangunan IKN masih membuka banyak peluang kolaborasi sehingga Jawa Tengah ingin ikut mengambil bagian dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” kata Luthfi.

Dalam kesempatan yang sama, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan Nusantara, termasuk berbagai skema pembiayaan yang digunakan untuk mempercepat pembangunan.

Pendanaan pembangunan IKN saat ini didukung melalui sejumlah skema, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, hingga hibah. Hingga kini, realisasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU tercatat sekitar Rp134,25 triliun.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, termasuk Jawa Tengah. Menurutnya, kolaborasi antarwilayah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

Basuki menjelaskan, peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga mencakup penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, serta sektor pariwisata.

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap berbagai potensi daerah dapat berkontribusi dalam pembangunan IKN sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *