Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Penembakan ASN di Papua Pegunungan, Komisi I DPR Minta Aparat Kejar Pelaku

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta kepada aparat terkait untuk segera mengejar dan membekuk pelaku penembakan terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Peristiwa itu, kata dia, merupakan tindakan kekerasan yang sangat serius dan tidak dapat dibenarkan pasalnya, menurut dia korban sedang menjalankan tugas untuk melayani masyarakat, sehingga keselamatan mereka harus menjadi perhatian utama.

“Kejadian ini juga menunjukkan bahwa ancaman terhadap masyarakat dan aparatur negara di Papua masih perlu ditangani secara serius,” kata Dave di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kejadian ini juga menunjukkan bahwa ancaman terhadap masyarakat dan aparatur negara di Papua masih perlu ditangani secara serius maka dari itu, aparat juga perlu memastikan proses hukum berjalan terhadap pelaku.

Di samping itu, dia pun mengingatkan bahwa dukungan yang diberikan oleh TNI perlu sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang diperlukan apabila situasi membutuhkannya.

“Setiap tindakan di lapangan harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” katanya.

Dia menilai pengamanan di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan juga perlu diperkuat, terutama pada titik-titik rawan dan jalur aktivitas masyarakat maupun aparatur pemerintah maka dari itu, koordinasi antara TNI dan Polri harus terus diperkuat agar setiap ancaman dapat direspons dengan cepat dan tepat, sekaligus mencegah jatuhnya korban kembali.

Yang paling penting, menurut dia, negara tidak boleh membiarkan masyarakat maupun aparat sipil menjadi sasaran kekerasan pelaku harus diproses sesuai hukum, sementara keamanan masyarakat harus dipastikan agar aktivitas pemerintahan dan kehidupan warga di Papua dapat terus berjalan tanpa rasa takut.

“Komisi I DPR RI akan terus mencermati perkembangan situasi keamanan di Papua dan memastikan kebijakan pertahanan serta keamanan negara tetap diarahkan untuk melindungi masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI,” kata dia.

Sebelumnya, Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, ditembak saat bersama rombongan mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang saat dihubungi wartawan dari Jayapura, Rabu (9/9) petang, mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.45 WIT.

Menurut laporan yang diterimanya, ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan diduga ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *