Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dari Kantor Google Singapura, Anies Baswedan Soroti Dampak Karhutla di Tanah Air

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Mantan Capres 2024 Anies Baswedan menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera yang turut dirasakan negara tetangga, Singapura

Anies menyampaikan hal tersebut lewat video yang diunggahnya lewat instagram, Senin, 14 September 2026.

“Saat ini saya sedang meeting di kantor Google Singapura. Dari lantai 30 kita melihat pemandangan asap seperti ini,” kata Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak karhutla yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Bahkan, negara tetangga ikut menanggung dampak asap dari kebakaran di Indonesia.

“Ini adalah akibat karhutla Kalimantan dan Sumatera. Tetangga kita pun di Singapura ikut menanggung akibat dari asap di negara kita,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Jokowi itu.

Anies kemudian mengingatkan kondisi masyarakat yang tinggal lebih dekat dengan titik sumber polusi. Menurutnya, paparan asap yang diterima warga di sekitar lokasi karhutla tentu jauh lebih pekat dan berbahaya.

“Nah kalau di Singapura saja seperti ini kondisinya, coba bayangkan bagaimana dengan warga yang dekat dengan sumber polusinya? Tentu lebih pekat, tentu lebih berbahaya,” tuturnya.

Ia menegaskan persoalan karhutla harus segera ditangani secara tuntas karena menyangkut keselamatan masyarakat anies juga melontarkan peringatan keras terkait dampak asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

“Jangan sampai warga kita dibunuh pelan-pelan oleh asap,” tandasnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *