Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tekan Risiko Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap 204 Meter di Bukit Nusa Indah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang Selatan I Harian Merdeka 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat langkah pengendalian banjir di wilayah rawan genangan salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Bukit Nusa Indah, Kecamatan Ciputat.

Di lokasi tersebut, Pemkot Tangsel membangun turap sepanjang 204 meter sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pengendali aliran air sekaligus menekan risiko banjir yang selama ini dirasakan warga.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan Pemerintah, kata dia, terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan banjir dan menanganinya secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus melakukan penanganan banjir, salah satunya dengan memperkuat infrastruktur pengendali aliran air seperti pembangunan turap ini kami akan terus melakukan pemetaan dan penanganan di titik-titik yang memang membutuhkan,” ujar Pilar, Senin (14/9/2026).

Menurut Pilar, pembangunan infrastruktur pengendali aliran air menjadi salah satu bagian penting dalam strategi jangka panjang Pemkot Tangsel menghadapi persoalan banjir.

Ia menegaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda sehingga penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan, Robby Cahyadi, menjelaskan pembangunan turap di Bukit Nusa Indah dilakukan setelah kawasan tersebut masuk dalam pemetaan wilayah yang memiliki persoalan banjir.

“Yang di sini (pernah) banjir, tadi disampaikan Bapak RW-nya. Jadi kita bangun turap di samping pedestriannya,” ujar Robby saat meninjau lokasi pembangunan, Rabu (2/9/2026).

Turap tersebut dibangun pada sisi kiri dan kanan aliran air masing-masing sisi memiliki panjang sekitar 102 meter, sehingga total pembangunan mencapai 204 meter.

“Yang di sini, Bukit Nusa Indah, turapnya kiri-kanan sekitar 102 meter (masing-masing), totalnya 204 meter,” jelas Robby.

Tak hanya turap, proyek tersebut juga mencakup pembangunan pagar parapet sepanjang 90 meter serta jalur pedestrian sepanjang sekitar 204 meter.

Jalur pedestrian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai jalan inspeksi untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur pengendali aliran air.

“Ada pagar parapet juga 90 meter, jadi pedestrian di pinggiran turapnya. Ada jalan inspeksi,” kata Robby.

Untuk memperkuat sistem pengendalian aliran air, proyek ini juga dilengkapi sejumlah bangunan pelengkap, antara lain pintu air dan klep tabok.

Pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2026 pemkot Tangsel berharap proyek tersebut tidak hanya memperkuat infrastruktur di kawasan Bukit Nusa Indah, tetapi juga menjadi bagian dari penanganan banjir yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Dengan pembangunan turap, pintu air, serta sarana pendukung lainnya, pemerintah menargetkan aliran air di kawasan tersebut dapat lebih terkendali sehingga potensi banjir yang mengganggu aktivitas dan permukiman warga dapat ditekan.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *