Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo di KTT BRICS: Pamer Capaian RI dan Ajak Negara Global South Bersatu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada 12-13 September 2026.

KTT BRICS tahun ini mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability. Tema tersebut menjadi komitmen negara-negara anggota untuk memperkuat ketahanan, mendorong inovasi, meningkatkan kerja sama, dan membangun pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian KTT tersebut, Prabowo menyampaikan pidato dalam sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism, Sabtu (12/9/2026).

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BRICS sebagai sebuah kehormatan. Indonesia merupakan anggota baru dalam organisasi tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pendiri BRICS yang telah menerima Indonesia dalam waktu relatif cepat untuk menjadi bagian dari organisasi yang merepresentasikan sebagian besar populasi dunia.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” tutur dia.

Prabowo Tekankan Kemandirian

Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kebersamaan di antara negara-negara BRICS untuk memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara.

Menurut dia, kekuatan suatu negara berawal dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan meningkatkan kesejahteraan.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” ujar Prabowo.

Kepala Negara menambahkan, kekuatan kolektif BRICS juga perlu digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara.

Menurut Prabowo, kerja sama negara-negara BRICS dapat memperkuat suara dan kepentingan negara-negara Global South dalam tata kelola global.

“Kekuatan yang sama juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita diperhitungkan,” ucap dia.

Prabowo Pamer Transformasi Pangan RI

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memaparkan transformasi Indonesia dari negara pengimpor menjadi pengekspor sejumlah komoditas pangan. Ia menyebut capaian tersebut sebagai salah satu bentuk penguatan kapasitas nasional yang dapat berkontribusi bagi dunia.

Di hadapan para pemimpin BRICS, Prabowo mengatakan Indonesia selama bertahun-tahun menjadi salah satu importir utama sejumlah komoditas pangan. Namun, kondisi tersebut kini mulai berbalik seiring dengan meningkatnya kemampuan produksi dalam negeri.

“Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia,” ujar Prabowo, Minggu (13/9/2026).

Menurut Prabowo, transformasi tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi kapasitas melalui pembangunan dan penguatan kemampuan nasional.

Ia meyakini potensi serupa juga dimiliki negara-negara BRICS apabila kekuatan masing-masing negara dapat dihubungkan dan dioptimalkan secara bersama.

Prabowo mengatakan berbagai tantangan global yang saling berkaitan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai hambatan. Dengan kerja sama yang kuat, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang untuk meningkatkan investasi, memperkuat industri, menciptakan lapangan kerja, serta membuka kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh,” kata Prabowo.

Kepala Negara menekankan ketangguhan suatu negara berkaitan erat dengan sejauh mana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat luas. Karena itu, pembangunan inklusif dan inovasi menjadi elemen penting dalam mengubah kekuatan kolektif menjadi kapasitas yang lebih besar.

“Hal itu hanya dapat dicapai ketika pembangunan bersifat inklusif dan, jika dipadukan dengan inovasi, kekuatan kolektif kita dapat menjadi kekuatan yang dahsyat, mengubah kelangkaan menjadi kapasitas,” tegas dia.

Ajak Negara BRICS Industrialisasi Bersama

Dalam konteks BRICS, Prabowo menilai negara-negara anggota telah memiliki modal besar berupa sumber daya, kapasitas produksi, serta kekuatan ekonomi yang saling melengkapi.

Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi fondasi untuk memperkuat posisi BRICS dalam rantai nilai global.

“BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” papar Prabowo.

“Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” tambah dia.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *