Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Setahun Berjalan, Realisasi Investasi KEK ETKI Banten Sentuh Rp1,9 Triliun

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang | Harian Merdeka

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di BSD Serpong menjadi daya tarik investasi berbasis teknologi, salah satunya fasilitas pusat data (data center).

Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Selasa, mengatakan Provinsi Banten saat ini memiliki dua KEK yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yakni KEK Tanjung Lesung yang difokuskan pada sektor pariwisata, serta KEK ETKI Banten yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan teknologi digital.

Untuk KEK ETKI Banten di kawasan BSD, lanjutnya, memiliki kemajuan yang sangat signifikan, bahkan melampaui ekspektasi. Target investasi kawasan tersebut dalam 20 tahun ke depan diproyeksikan mencapai Rp18 triliun.

Menurut Andra, realisasi investasi pada tahun pertama telah menyentuh angka Rp1,9 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1.773 orang.

Dalam lima tahun ke depan, investasi ditargetkan menembus hampir Rp6 triliun. Pengembangan KEK tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan serapan tenaga kerja, tetapi juga membawa dampak positif yang luas bagi ekosistem perekonomian Banten.

“Harapan kita, keberadaan KEK ini mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat Banten,” kata Andra.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, lanjut dia, berkomitmen penuh mendukung pengembangan KEK ETKI. Terlebih, pengelola kawasan kini tengah mengajukan rencana perluasan area seiring dengan tingginya minat investor.

“Nantinya akan banyak teknologi yang masuk, salah satunya data center. Kehadiran infrastruktur ini sangat diperlukan oleh pemerintah guna mendukung ekosistem digital di Indonesia,” katanya menambahkan.

Gubernur Andra juga menekankan pentingnya menyelaraskan pengembangan KEK dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Banten. Saat ini, Pemprov Banten telah menjalin kerja sama dengan pengelola KEK ETKI untuk membuka akses pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut adalah pemberian beasiswa pendidikan vokasi di Fuji Academy bagi 20 anak asal Banten. Program ini dirancang untuk menyiapkan lulusan siap kerja yang nantinya diproyeksikan berkarier di Jepang.

“Kami telah membangun kerja sama dengan pihak pengelola. Mereka memfasilitasi anak-anak Banten agar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di sini,” katanya menjelaskan.

Kepala Divisi Operasional Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten Lindawaty menjelaskan bahwa KEK ETKI Banten resmi ditetapkan pada Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2024. Kawasan ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 59,68 hektare.

Menurut Lindawaty, progres pembangunan kawasan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen, khususnya di sisi timur. Sementara itu, sisi barat masih dalam tahap pengembangan.

Dari sisi pelaku usaha, saat ini sudah ada 29 tenant yang beroperasi atau membangun fasilitas di dalam kawasan, dari target sedikitnya 50 pelaku usaha dalam lima tahun ke depan.

Sektor kesehatan tercatat menjadi salah satu daya tarik utama investor di KEK ETKI Banten. Beberapa bidang usaha yang telah hadir meliputi layanan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, klinik kecantikan dan estetika, klinik onkologi, serta laboratorium genetik.

Pihak pengelola juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk memaksimalkan promosi kawasan dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

“Kami bersama Pemprov (Banten) berupaya mempromosikan KEK melalui sistem aplikasi investasi. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mempertemukan (business matching) para pelaku usaha di sekitar kawasan dengan mitra bisnis yang sudah ada di dalam kawasan,” kata Lindawaty. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *