Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Nagih Duit Rp128 Triliun ke Danantara, Purbaya Malah Kena “Prank” Dicopot Prabowo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka 

Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai bukan sekadar rotasi kabinet biasa. Pengamat politik Ray Rangkuti menduga keputusan Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan ketegangan antara Purbaya dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Ray bahkan menduga ada rasa jengkel dari Prabowo terhadap Purbaya yang turut melatarbelakangi keputusan tersebut. Namun, ia menegaskan informasi itu belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kalau dengar-dengar infonya sih karena ada rasa jengkel,” kata Ray Rangkuti dalam tayangan YouTube KompasTV, Senin, 14 September 2026.

Dugaan tersebut muncul dari informasi mengenai permintaan tagihan sekitar Rp128 triliun kepada Danantara yang disebut berkaitan dengan Purbaya. Persoalan itu diduga memicu ketegangan antara mantan Menkeu tersebut dan Danantara.

“Katanya ada semacam permintaan dari Menkeu yang lama yang baru diganti, Pak Purbaya, terhadap Danantara tentang tagihan sekitar Rp128 triliun. Dengar-dengar info itu kemudian ada semacam ketegangan antara Danantara dengan Pak Purbaya,” katanya menduga.

Menurut Ray, situasi tersebut kemudian disebut berujung pada keputusan Prabowo mengganti Purbaya setelah kembali dari India. Ia menilai keputusan tersebut mengejutkan karena sebelumnya tidak terlihat tanda kuat Purbaya akan diganti.

“Ini rasanya enggak ada angin, enggak ada hujan, enggak ada tanda, enggak ada awan, enggak ada pelangi. Enggak ada apa-apa, tiba-tiba diganti,” kata Ray

Ray menyebut pergantian itu sebagai bagian dari “kriteria jengkel” dan menduga Prabowo tidak ingin pembantunya menghambat atau mempertanyakan program unggulan pemerintah. Ia menilai Danantara merupakan salah satu program yang menjadi kebanggaan Prabowo.

“Jangan coba-coba di kalangan pembantu Presiden mengutak-atik program unggulan Presiden,” ujarnya.

“Danantara kan kebanggaannya Pak Prabowo. Jadi kalau misalnya ditekan-tekan supaya ada pembiayaan dana kepada APBN Rp128 triliun dan sebagainya, boleh jadi itu yang membuat Pak Prabowo jengkel kepada Pak Purbaya,” katanya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *