Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

BI Kaltim Perkuat Sinergi Investasi Lewat Peta Jalan 2026–2028

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Samarinda I Harian Merdeka

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) bersama pemerintah daerah (pemda) se-Kalimantan Timur menyusun peta jalan penguatan investasi periode 2026–2028. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat realisasi investasi berkelanjutan di wilayah tersebut.

Kepala BI Kaltim Jajang Hermawan mengatakan peta jalan tersebut menjadi pedoman bersama dalam menyiapkan berbagai kebutuhan investasi, mulai dari penyelesaian rencana tata ruang wilayah (RTRW), rencana detail tata ruang (RDTR), hingga penyiapan proyek siap ditawarkan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).

“Peta jalan ini menjadi pedoman bersama, mencakup penyelesaian rencana tata ruang wilayah (RTRW), rencana detail tata ruang (RDTR), serta penyiapan proyek siap ditawarkan atau investment project ready to offer (IPRO),” ujar Jajang di Samarinda, Kamis.

Menurut dia, pelaksanaan peta jalan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap persiapan dan perencanaan dilakukan pada 2026, pengembangan dan pelaksanaan pada 2027, serta pemantauan dan realisasi pada 2028.

Namun, proyek yang telah memenuhi persyaratan dapat berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu tahapan tersebut.

Peta jalan itu telah disusun dan disepakati melalui penandatanganan Komitmen Bersama Penguatan Sinergi dalam Mendukung Pelaksanaan Peta Jalan Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kaltim 2026–2028.

Komitmen tersebut ditandatangani dalam High Level Meeting (HLM) RIRU Kaltim 2026 di Kantor BI Kaltim, Rabu (16/9).

Jajang mengatakan stabilitas makroekonomi, kelayakan proyek yang matang, serta kepastian berusaha menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor.

“Sementara RIRU berfungsi sebagai wadah koordinasi strategis untuk menyiapkan dan mempromosikan proyek unggulan, mengatasi hambatan investasi, serta menindaklanjuti minat yang telah ditunjukkan investor,” ujarnya.

BI Kaltim, lanjut Jajang, berkomitmen mendukung penguatan investasi melalui penyediaan data ekonomi yang akurat serta pengembangan portofolio proyek yang berkualitas.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong investasi yang memperkuat hilirisasi, mengembangkan sektor non-ekstraktif, serta memperluas peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku usaha lokal.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari investasi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan RIRU yang melibatkan lintas sektor, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai persoalan investasi dan mempercepat masuknya investasi ke daerah.

Ia menekankan potensi investasi yang besar di Kaltim perlu dioptimalkan melalui penawaran proyek yang bersih dan memiliki status yang jelas. Hal tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada investor sejak tahap awal.

“Langkah selanjutnya yang disiapkan adalah Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 pada Oktober mendatang, forum yang menjadi ajang mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor dari dalam maupun luar negeri,” kata Seno Aji.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *