Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Gandeng Kepala Sekolah SMK, Kapolres Metro Bekasi Kota Perkuat “Jaga Pelajar”

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bekasi | Harian Merdeka

Bekasi Polres Metro Bekasi Kota memperkuat upaya perlindungan terhadap pelajar dengan menggandeng 127 kepala sekolah SMK negeri dan swasta se-Kota Bekasi. Pertemuan yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Selasa (15/09/2026), menjadi bagian dari penguatan program “Jaga Pelajar” di lingkungan pendidikan.

Melalui program tersebut, personel Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek jajaran akan berperan sebagai “Bapak Asuh” di setiap kelas SMK. Mereka akan menjadi penghubung antara pelajar, sekolah, keluarga, dan kepolisian agar berbagai persoalan yang dihadapi siswa dapat diketahui dan ditangani sejak dini

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Dr. Hj. Rina Parlina, S.IP., M.M., mengatakan pendidikan generasi muda membutuhkan kerja sama dan langkah yang berkesinambungan.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar mutu akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perlindungan terhadap anak. Sekolah, keluarga, dan kepolisian perlu bergerak beriringan agar proses pendidikan berlangsung secara utuh dan pelajar tidak terseret ke dalam perilaku yang mengarah pada pelanggaran hukum,” ujar Rina.

Dalam menjalankan tugasnya, personel yang ditunjuk sebagai Bapak Asuh akan berinteraksi secara rutin dengan siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka juga berkoordinasi dengan wali kelas dan guru bimbingan konseling.

Pendekatan tersebut diharapkan memberikan ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian. Dengan begitu, setiap masalah dapat segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Ketua FKKS SMK Kota Bekasi Wawan Kuswandi, M.Pd., menilai perlindungan terhadap pelajar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Keamanan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Ketika mereka berada di luar rumah dan sekolah, diperlukan kepedulian masyarakat serta keterlibatan kepolisian. Kehadiran Bapak Asuh memberi sekolah mitra yang dapat segera diajak bertindak ketika siswa membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengingatkan adanya tantangan lain yang dihadapi pelajar di tengah derasnya arus informasi digital.

“Hoaks, misinformasi, dan disinformasi dapat membentuk persepsi yang keliru, menggerakkan emosi, serta mendorong keputusan tanpa pemahaman yang utuh. Jika dibiarkan berkembang, informasi semacam itu dapat menjadi pemicu peristiwa yang berujung pada tragedi,” kata Putu Kholis.

Ia juga menegaskan pentingnya melindungi pelajar agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, termasuk dalam aksi massa yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

“Anak-anak tidak boleh dimobilisasi, dieksploitasi, apalagi dijadikan martir dalam suatu peristiwa. Keselamatan dan hak belajar mereka harus ditempatkan di atas kepentingan apa pun,” tegasnya.

Menurut Putu Kholis, program Jaga Pelajar tidak hanya berfokus pada penanganan masalah, tetapi juga mengedepankan pencegahan melalui pendampingan dan komunikasi secara berkelanjutan.

“Menjaga anak berarti menjaga masa depan bangsa. Kita ingin para pelajar tumbuh dengan rasa aman, mampu menyaring informasi secara kritis, memiliki ruang untuk berkarya, dan mempunyai arah yang jelas dalam meraih cita-cita,” pungkasnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *