Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

5 Bulan Krisis Air Tanpa Bantuan, Warga Tangerang Minum Air Sungai Tercemar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang | Harian Merdeka

Warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa mengonsumsi air keruh berwarna hijau dan berbau hal ini terpaksa dilakukan akibat krisis akibat kemarau selama lima bulan melanda wilayah tersebut.

Salah seorang warga setempat, Reri mengatakan dirinya bersama warga lainnya terpaksa memanfaatkan air Sungai Cimanceuri karena tidak memiliki sumber air bersih lain. Alhasil, air sungai tersebut tidak hanya digunakan untuk mandi dan mencuci, tetapi juga untuk memasak dan minum.

“Sudah lima bulan kami kekeringan. Warga terpaksa menggunakan air sungai karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada,” ujar Reri, Jumat, 18 September 2026.

Ia bersama warga lainnya menyadari bahwa kondisi air Sungai Cimanceuri yang keruh, berbau dan berwarna hijau berisiko bagi kesehatan. “Airnya kotor dan bau, jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening, setelah itu baru dimasak,” kata Reri.

Reri menyadari penggunaan air sungai untuk mandi juga menimbulkan keluhan pada kulit. Bahkan, sejumlah warga telah mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut.

“Gatal-gatal itu sudah pasti, namanya juga air begini tapi mau gimana lagi ya harus kita penuhi untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Reri berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah mereka. Pasalnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan pihaknya rutin menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan ia mengimbau perangkat desa hingga RT diwilayah terdampak untuk segera melapor kepada BPBD jika ada warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Ini sudah bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih. Untuk Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya apabila ada yang membutuhkan air bersih tinggal hubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan Call Center 112,” ujar Taufik. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *